Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjelajahi Kota Kuno Arab Saudi Pra-Islam

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 04 Mei 2017 |16:14 WIB
Menjelajahi Kota Kuno Arab Saudi Pra-Islam
Kota Kuno Madain Saleh (foto: Marjory Woodfield/BBC)
A
A
A

Ahmed menjelaskan, prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Aram, bahasa Semit kuno dan lingua franca Timur Tengah saat itu. Bahasa Aram menjadi bahasa penting untuk komunikasi bisnis dan perdagangan, meskipun orang-orang Nabath juga menggunakan bahasa Arab dalam bentuk awal, yang jejaknya ditunjukkan oleh Ahmed dalam prasasti tersebut.

Dari semuanya, makam Qasr al Farid tergolong yang paling mengesankan - terutama untuk ukurannya karena fasadnya relatif sederhana.

Pintu tengah dengan pedimen (eleman dekoratif berbentuk segitiga) berhias merupakan pintu masuk menuju ruang dalam, di mana jasad-jasad diletakkan di sejumlah rak yang menempel di sepanjang dinding.

Dari makam Qasr al Farid, pemandangan gurun dengan gunung-gunung batu yang dibelah dan diukir itu menciptakan dramanya sendiri yang luar biasa. Bukit batupasir berwarna keemasan menjulang dari lahan pasir yang datar, terpahat sebagai struktur yang bagi menara miring atau memiuh akibat angin dan hujan.

Dan kesunyian itu tak tertahankan. Melihat keluar dari ruang makam, hanya bekas jejak kaki dan ban mobil van kami yang mengganggu keheningan.

Tidak seperti Petra, dengan turis, penjual suvenir, dan ojek keledai; tidak ada orang lain di sini. Kebanyakan Muslim (Saudi) tidak akan datang ke sini karena mereka yakin bahwa situs ini dikutuk ketika bangsa Nabath menolak masuk Islam dan meninggalkan para dewa mereka, dan visa turis untuk non-Muslim yang hendak ke Arab Saudi luar biasa sulitnya.

Absennya pengunjung dan juga iklim kering gurun Arab Saudi, itulah yang membuat Madain Saleh begitu utuh. Sementara fasad-fasad Petra pelan-pelan rusak, makam ini sangat terjaga secara mencengangkan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement