Masa emas ini tidak boleh diabaikan orangtua. Anak harus tumbuh optimal dengan mendapatkan asupan makanan bernutrisi penuh kalori, aktif bergerak dan faktor lainnya.
Sayang permasalahannya, dari riset 2014, banyak muncul persepsi terhadap berat badan anak yang kurang. Orangtua seakan tak pernah memerhatikan berat badan anak secara detail.
"Hampir setengah atau 45,8 persen orangtua yang memiliki anak berat badan kurang menganggap cukup. Padahal mereka enggak pernah nimbang sebenarnya," bebernya.
Tak hanya itu, dampak lain yang dihadapi anak saat mengalami berat badan kurang bisa mengalami gangguan kesehatan lainnya. Seperti lima kali lipat mudah terkena diare, empat kali lipat lebih rentan malaria, bahkan menderita penyakit tidak menular di masa tua.
"Untuk mencegah, minimal harus antar anak ke Posyandu. Timbang beratnya setiap bulan dan bisa dipantau dokternya langsung," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.