Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Berat Badan Kurang Berisiko Alami Gangguan Perkembangan Otak di Masa Emasnya

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 27 April 2017 |19:05 WIB
Anak Berat Badan Kurang Berisiko Alami Gangguan Perkembangan Otak di Masa Emasnya
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

ANAK yang mengalami berat badan kurang pasti akan mengalami dampak kritis dalam tumbuh kembangnya. Salah satu yang dikhawatirkan yaitu masalah keterlambatan perkembangan otak anak di masa emasnya.

Spesialis Konsultan Tumbuh Kembang, Pediatri Sosial dari Surabaya Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K) mengatakan, dalam setahun ada tiga hingga empat juta bayi lahir. Setelah lahir, orangtua jarang memantau berat badan anak, tinggi badan dan lingkar kepalanya.

Padahal tiga kunci itu sangat mendukung tumbuh kembang si kecil. Jika dilewatkan, anak bisa mengalami banyak dampak, seperti gangguan perkembangan otak.

"Pada 1.000 hari pertama kehidupan ini, anak membentuk kemampuan bicara, emosi, logika, dan kemandirian. Dua tahun pertama harus termonitor dengan baik berat badan si kecil," terangnya saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu 26 April 2017.

Sementara itu, tambahnya, ketika anak usia dua tahun, pembentukan otaknya sudah 80 persen. Lalu, ketika anak beranjak besar, tepat berusia enam tahun, pembentuian otaknya sebesar 95 persen.

Masa emas ini tidak boleh diabaikan orangtua. Anak harus tumbuh optimal dengan mendapatkan asupan makanan bernutrisi penuh kalori, aktif bergerak dan faktor lainnya.

Sayang permasalahannya, dari riset 2014, banyak muncul persepsi terhadap berat badan anak yang kurang. Orangtua seakan tak pernah memerhatikan berat badan anak secara detail.

"Hampir setengah atau 45,8 persen orangtua yang memiliki anak berat badan kurang menganggap cukup. Padahal mereka enggak pernah nimbang sebenarnya," bebernya.

Tak hanya itu, dampak lain yang dihadapi anak saat mengalami berat badan kurang bisa mengalami gangguan kesehatan lainnya. Seperti lima kali lipat mudah terkena diare, empat kali lipat lebih rentan malaria, bahkan menderita penyakit tidak menular di masa tua.

"Untuk mencegah, minimal harus antar anak ke Posyandu. Timbang beratnya setiap bulan dan bisa dipantau dokternya langsung," tutupnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement