MENGEMAS makanan dalam kemasan kaleng adalah satu cara yang dilakukan produsen untuk memperpanjang waktu simpan bahan makanan. Berbagai makanan mulai dari sayuran, kacang-kacangan hingga produk daging dikemas dalam kaleng.
Selain awet karena pengemasan yang kedap air dan udara, makanan kaleng juga mengandung bahan pengawet yang cukup berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Menyantap makanan kaleng sesekali memang diperbolehkan, asal dipastikan makanan kaleng yang dipilih punya kualitas baik. Dilansir dari berbagai sumber, Okezone merangkum tips dan trik memilih makanan kaleng yang baik, Senin (3/4/2017).
Perhatikan bentuk kaleng
Kualitas isi bahan makanan kaleng bisa dilihat dari bentuk kalengnya. Jaminan kualitas makanan bisa dilihat pertama kali dari bentuk kaleng yang mulus dan rapi. Artinya tidak penyok, menggelembung ataupun karatan. Semakin sempurna bentuk kaleng maka semakin baik juga kualitas makannya.
Gunakan segera setelah dibuka
Makanan kaleng sebaiknya dibuka saat akan digunakan. Setelah kaleng dibuka, makanan langsung harus diolah dan tidak didiamkan dalam waktu yang lama. Usahakan juga menghabiskan makanan kaleng dalam sekali olah. Jika masih ada sisa makanan kaleng segera pindahkan dalam plastik atau wadah kedap udara lalu simpan dalam lemari es.
Periksa tanggal kadaluarsa
Tanggal kadaluarsa pada makanan kaleng sangat penting. Lihat dan perhatikan tanggal pada kemasan kaleng, jika buram atau tidak jelas maka jangan dibeli dan beralihlah memilih makanan kaleng yang lain. Selain tanggal kadaluarsa, perhatikan komposisi bahan. Apakah tertulis bahan yang mencurigakan misalnya takaran bahan pengawet yang terlalu tinggi. Label BPPOM dan MUI juga jadi hal penting yang perlu dipertimbangkan.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.