SUMBAWA masih memiliki bangunan istana tua yang kini menjadi situs cagar budaya. Bangunan tersebut merupakan bekas peninggalan zaman Kesultanan Sumbawa yang berusia ratusan tahun.
Ialah Istana Tua Dalam Loka, bangunan dibangun pada tahun 1888 di buat oleh Sultan ke 16, Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III dari Dinasti Dewa Dalam Bawa. Di mana relief terbuat dari kayu.
Uniknya, setiap penyangga istana berbentuk rumah panggung tersebut memiliki ukiran lambang Islam, dengan kayu peyangga sebanyak 99 sehingga jika dikumpulkan senada dengan sifat Allah SWT, atau Asma'ul Husna.
Penggunaan bahan kayu sendiri dipilih karena berdasarkan filosofi kerajaan saat itu, di mana segala aturan di dalam adat dan nilai-nilai yang dijalankan harus berdasarkan syariat Islam. Bunyi filosofinya dalam bahasa Sumbawa ialah " Adat Barenti ko Syara’, Syara’ Barenti ko Kitabullah”.
Bangunan utama yang dinamakan Bala Rea dibentuk dengan menggunakan sistem baji yang menonjolkan kelenturan sehingga tidak akan rusak jika terjadi gempa bumi. Namun, sebelum dibuat sistem baji bagian ini pernah terbakar karena bencana alam dulunya.
Kini, jika Anda menyambangi Sumbawa jangan lupa untuk pergi ke Istana Tua Dalam Loka. Di mana menjadi salah satu bangunan tertua yang masih kokoh berdiri, dan memiliki makna besar untuk perkembangan Islam di sana.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.