Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelukan Suami saat Tidur, Bikin Perasaan Istri Lebih Tenang Ketika Bangun

Vessy Frizona , Jurnalis-Minggu, 19 Maret 2017 |18:22 WIB
Pelukan Suami saat Tidur, Bikin Perasaan Istri Lebih Tenang Ketika Bangun
Minta suami peluk saat tidur (foto:herie)
A
A
A

TAHUKAH Anda bahwa kulit adalah organ terbesar bagi tubuh? Untuk itu, penting dimanfaatkan dalam pernikahan. Lakukan ritual berpelukan sebelum dan sesudah berhubungan intim.

Ketika kulit bersentuhan dengan kulit pasangan lewat pelukan, Anda berdua akan saling terkoneksi lebih dalam. Baik secara emosional, spiritual, maupun fisik.

Memeluk dapat melepaskan hormon oksitosin (hormon yang memberikan perasaan baik), yang dapat menciptakan kebahagiaan secara keseluruhan. Hal ini juga melepaskan endorfin, (hormon yang sama-sama melepaskan perasaan tenang).

Oleh sebab itu, bersiap-siap ladies, meminta dipeluk suami karena sudah waktunya Anda menikmati pelukan dari pasangan.

Melansir dari Extraordinarymarrige, Minggu (19/3/2017), disebutkan berpelukan dapat mengurangi tekanan darah dan stres. Tindakan berpelukan peningkatan oksitosin "nuansa-baik" hormon ", yang pada gilirannya mengurangi risiko tingkat penyakit jantung dan stres.

"Hal ini dapat menurunkan kemungkinan sakit kepala dan penyakit lainnya," tulis rilis tersebut.

Selain itu, dengan berpelukan tidur menjadi lebih baik. Maka, mintalah pelukan dari pasangan untuk membantu kualitas tidur yang lebih baik dan nyenyak.

"Studi terbaru menunjukkan bahwa berpelukan bisa menurunkan kadar kortisol, yang dirilis dalam pembahasan soal menanggapi stres. Kadar Kortisol yang berkurang dalam tubuh, berarti tidur yang tercipta dapat lebih baik"

(Silvia Junaidi)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement