Sementera itu, provinsi dengan sanitasi yang paling rendah itu di Papua Barat. Imran mengatakan, hal ini disebabkan keterbatasan geografis, perilaku, akses air minum, dan sanitasi sangat berpengaruh.
"Yang dibutuhkan keluarga ialah ia membutuhkan jamban sendiri. Proses tanpa subsidi inilah yang kita bantu. Salah satunya dengan pelatihan wirausaha pelatihan sanitasi membuat jamban," jelasnya.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pelatihan pembuatan jamban. Cetakan jamban pemerintah berikan kepada puskesmas, sehingga masyarakat dapat membuatnya sendiri. Bahkan, bisa dicetak dan dijual dengan harga yang murah.
"Misalnya saya ke Maumere, satu jamban seharga Rp 75ribu bisa kuat selama dua tahun. Justru masyarakat dengan upaya mandiri tadi bisa dengan cicil dan arisan jamban dengan harga murah bisa dimiliki sendiri," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.