MESKIPUN Korea Utara menjadi salah satu negara paling terisolasi di dunia, namun wisatawan yang berlibur di sana tidak akan kesulitan menemukan berbagai berbagai kuliner. Tapi tentu saja mayoritas adalah makanan khasnya.
Secara umum masakan khas Korea Utara serupa dengan Korea Selatan, namun dengan pengurangan penggunaan rempah-rempah dan juga mi dingin yang sangat populer.
Bahan dasar makanan khas Korea Utara
Korea Utara memang tidak memiliki lahan pertanian yang subur seperti di Korea Selatan. Meski demikian, mereka tetap menggunakan bahan dari petani lokal atau Samudera Pasifik. Di kawasan semi-subur di Provinsi Hwaghae dekat perbatasan Korea Selatan, bahan-bahan lokal yang banyak ditemui adalah jagung, beras dan seafood.
Sedangkan di Pyongyang, lebih banyak menggunakan daging, kacang dan hidangan kacang untuk menghalau udara dingin pada musim hujan. Sedangkan Provinsi bagian utara yakni Hamkyong dikenal berair, hidangan ringan menggunakan makanan laut seperti kerang atau ikan cod ditambah sayuran lokal seperti kecambah dan lobak air.
Dasar makanan Korea Utara termasuk mi dingin (Naung-myon), tahu, beras, gandum dan bubur. Daging seperti ayam, bebek, daging sapi dan seafood juga menjadi ciri khas Korea Utara.
Sementara rasa masakan Korea Utara dikenal lebih ringan daripada makanan Korea Selatan. Korea Utara menggunakan berbagai kaldu gurih dan bumbu, seperti pasta kacang, minyak wijen, bawang putih, jahe, paprika dan pasta cabai, untuk hidangan rasa.
Lauk pauk
Menu makanan Korea Utara dalam sekali makan termasuk sangat banyak, termasuk jenis lauk-pauknya atau yang dikenal sebagai banchan. Kebanyakan banchan memiliki rasa yang tajam, seperti asin atau pedas. Cara pengolahannya kebanyakan difermentasi untuk menambah rasa.
Kimchi umumnya terdiri dari kubis atau mentimun yang direndam dalam jahe, bawang putih dan Chili. Air garam sering dibumbui dengan pasta kacang. Secara tradisional, Korea Utara membuat kimchi hanya sekali untuk sepanjang musim dingin di tahun tersebut. Makanan disimpan dalam stoples, namun praktek tersebut kini mulai banyak ditinggalkan sejak kekurangan pangan melanda negara itu di awal 2000-an. Demikian seperti dilansir dari Usatoday, Senin (27/2/2017).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.