Di tangan Leslie, segala aspek yang kurang tepat diterapkan dalam Victoria Secret ia coba koreksi. Seperti contohnya dengan mengganti interior toko dengan desain yang lebih feminin dan seksi, dengan dinding-dinding berhiaskan wallpaper motif bunga, lampu-lampu mewah yang berkilauan, dan botol-botol parfum yang menghiasi dan membuat harum setiap sudut toko. Segala usaha yang dilakukan Leslie terbukti memberikan hasil nyata, setelah sekian lama kembali bangkit. Hingga akhirnya pada 1995 Victoria Secret di bawah kendali Leslie berhasil menghelat pagelaran busana dengan menghadirkan para supermodel tenar di masa itu.
Sebut saja seperti Helena Christiansen dan Tyra Banks. Di mana fashion show Victoria Secret ini sekarang sukses meraih predikat sebagai salah satu acara pagelaran busana paling akbar dan ditunggu-tunggu di dunia. Gebrakan ini juga lah yang membuat Victoria Secret akhirnya bisa menjadi sebuah perusahaan yang meraih pendapatan hingga USD2 milyar, dan membuka 670 butik yang tersebar di seluruh penjuru Amerika Serikat. Bahkan nilai penjualan Victoria Secret pada 2013 lalu menyentuh angka USD6,6 milyar! Dengan pencapaian yang gemilang tersebut, hingga detik ini Victoria Secret masih menjadi lini lingerie yang paling mendominasi pasar pakaian dalam di Amerika.
Tetapi sayangnya di balik kesuksesan yang bisa diraih kembali Victoria Secret, Roy sebagai pendiri tidak merasakan hal tersebut. Setelah bertahan sebagai presiden perusahaan Victoria Secret selama satu tahun, Roy memutuskan untuk hengkang dari Victoria Secret dan memulai bisnis barunya kembali. Setelah lepas dari Victoria Secret, Roy diketahui mendirikan perusahaan retail yang bergerak di bidang pakaian anak dengan label bernama “My Child’s Destiny”, namun lagi-lagi usaha yang digeluti pria kelahiran 1947 ini harus kembali mengalami kebangkrutan hanya dalam kurun waktu dua tahun.
Kebangkrutan yang Mengakibatkan Sang Pionir Bunuh Diri
Di mana kebangkrutan ini membuat Roy harus terlilit hutang yang tidak sedikit. Roy terpaksa harus menjual aset-aset pribadinya, seperti dua buah rumah dan mobil-mobil yang ia miliki. Mirisnya pada 1993, setelah juga gagal membangun bisnis toko buku anak-anak. Roy juga mengalami perceraian dengan sang istri, dengan segala kesulitan dan kegagalan yang menimpanya secara bertubi-tubi. Roy akhirnya memutuskan untuk mengakhiri derita miris hidupnya lewat aksi bunuh diri, dengan lompat dari jembatan terkenal Golden Gate Bridge di San Francisco.