Georgia juga mengatakan, neneknya meninggal ketika ia berusia 22 tahun karena obesitas. Mendalami kisahnya, membuat Georgia menemukan titik balik untuk menurunkan berat badannya.
Selain itu, Georgia juga didiagnosis mengalami sindrom polikistik ovarium yang memengaruhi peningkatan berat badannya.
"Aku sadar, mengapa menurunkan berat badan begitu menyulitkan. Aku ingin orang-orang melihat bahwa saya bisa menurunkan bobot ini, meski mengalam sindrom ovarium polikistik," jelasnya.
Dokter akhirnya menyarankan ia untuk melakukan operasi lambung ketika berusia 18 tahun dengan biaya operasi mencapai Rp170 juta. Namun, ia bertekad untuk menurunkan berat badannya secara alami.