Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Efek Memaksakan Diri Tetap Bekerja meski Sedang Sakit

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2016 |11:00 WIB
7 Efek Memaksakan Diri Tetap Bekerja meski Sedang Sakit
Jangan paksakan diri bekerja saat sakit (Foto: Mostinside)
A
A
A

BEBERAPA orang mungkin tetap memaksakan diri tetap bekerja ketika jatuh sakit. Meski masih merasa bisa bekerja, tidak seharusnya Anda memaksakan diri tetap bekerja saat sakit.

Ketika sakit, daya tahan tubuh melemah, sehingga mudah terserang berbagai infeksi. Karena itu, efek memaksakan diri tetap bekerja saat sakit dapat membuat kondisi kesehatan semakin buruk.

Berikut 7 efek memaksakan diri tetap bekerja meski sedang sakit seperti dilansir dari laman Mostinside:

Pusing

Ketika merasakan gejala nyeri tubuh, menggigil dan masalah perut, maka Anda harus menghindari olahraga sampai merasa lebih sehat. Anda harus fokus pada pola makan yang benar dan cukup minum air putih untuk menjaga tubuh terhidrasi.

Kurang tidur

Jika Anda sakit, maka akan terlalu lelah untuk bekerja, dan mungkin tidak mendapatkan cukup tidur. Selain itu, kualitas tidur juga akan memburuk. Jika Anda tetap terus bekerja saat sakit, maka berisiko mengalami gangguan tidur kronis. Karena itu, lebih baik untuk meninggalkan pekerjaan dan beristirahat sampai benar-benar cukup pulih.

Mengalami muntah

Ketika terus bekerja, sementara tubuh belum siap untuk bekerja, maka kemungkinan besar Anda akan muntah. Anda cenderung kurang energi dan sistem pencernaan menjadi terlalu lemaj untuk membakar kalori. Jadi, ketika Anda mencoba untuk beraktivitas saat sakit, mungkin akan merasa seperti ingin muntah.

Cepat dehidrasi

Ketika sakit, mekanisme pertahanan menjadi aktif, dan untuk melawan infeksi dalam tubuh, itu menuntut hidrasi. Untuk membantu sistem pertahanan tubuh menyembuhkan penyakit, Anda harus beristirahat dan minum cukup air. Jika Anda demam, maka memastikan cukup istirahat, hindari bekerja dan berolahraga agar kondisi tidak lebih buruk.

Sakit kepala parah

Saat bekerja, jika merasa sakit kepala selama berjam-jam, maka itu pertanda tubuh sedang mencoba mendapatkan energi untuk melawan penyakit. Anda mungkin juga mengalami sakit kepala karena kurangnya caira dalam tubuh. Jika sudah merasa cukup minum air putih tetapi masih sakit kepala, maka ambilah waktu istirahat agar lebih bugar.

Nyeri tubuh

Jika mengalami gejala radang tenggorokan, batuk, demam, menggigil dan kelelahan bersama nyeri tubuh, maka disarankan untuk beristirahat. Jika masih memaksakan diri bekerja, maka kemungkinan akan merasakan gejala-gejala tersebut yang disertai nyeri tubuh. Ingat, ketika sakit, cobalah untuk mendengarkan kebutuhan tubuh Anda.

Ketidakseimbangan hormon menyebabkan stres

Ketika Anda merasa tidak sehat, kemudian tetap beraktivitas atau bekerja, maka dapat menguras sel darah putih dalam tubuh yang penting untuk proses pemulihan. Pada saat yang sama, bekerja saat sakit dapat memicu produksi hormon stres yang disebut kortisol. Hormon tersebut menurunkan kemampuan hormon kekebalan tubuh yang diperlukan untuk menjaga tubuh terlindungi dari infeksi.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement