Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Toko Roti di Beijing Tebarkan Harapan untuk Difabel

Santi Andriani , Jurnalis-Selasa, 29 November 2016 |15:37 WIB
Toko Roti di Beijing Tebarkan Harapan untuk Difabel
Grace Yang, bakers difabel (Foto: CNN)
A
A
A

Apa yang dialami Yang bukan yang unik terjadi di China. Hampir keluarga di China akan meninggalkan anak-anak mereka yang lahir cacat atau cacat dalam masa pertumbuhannya.

Meski merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, ahli kesejahteraan di China mengatakan, China tidak memiliki jaminan sosial yang memadai. Banyak orang tua yang tidak bisa menanggung biasa pengobatan bagi anak mereka yang cacat.

Anak-anak yang tidak diinginkan oleh orang tuanya karena kecacatan fisik nyaris tidak memiliki kesempatan pekerjaan atau masa depan yang baik untuk menunjang kehidupan mereka. Ini yang akhirnya memotivasi pasangan asal Amerika, Keith dan Cheryl Wyse memulai kegiatan sosial mereka pada 2008. Pilihan mereka jatuh pada membuat toko roti yang mempekerjakan orang-orang dengan disabilitas atau penyakit tulang yang membuat tubuh mereka lumpuh. Semua pegawainya tentu adalah anak-anak yatim piatu.

Salah satunya adalah Yang, yang bergabung sejak 2011 sebagai pegawai penuh waktu. Di tempat inilah ia belajar membuat roti dan pie. Ia bahkan tidak memiliki pengetahuan apapun soal membuat kue khas Barat ketika bergabung dengan toko roti ini.

'Aku mulai mencintai membuat kue'

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement