TERPILIH menjadi Bandara Terbaik Dunia versi SkyTrax untuk kali keempat secara berturut-turut merupakan pencapaian signifikan bagi Bandara Changi Singapura. Kendati demikian, hal tersebut tak lantas membuat pengelola Bandara Changi Singapura berpuas diri.
Buktinya, pengelola bandara tersibuk di dunia ini kian berbenah diri untuk menjadi bandara modern yang mengedepankan inovasi serta memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung. Kini, Bandara Changi Singapura siap memperluas bangunannya dengan menambahkan proyek baru. Seperti apakah?
Terminal 4
(foto: Website Changi Airport)
Pada pertengahan 2017, Bandara Changi Singapura akan mengenalkan terminal penumpang terbaru di samping tiga terminal yang telah ada, yakni Terminal 4 (T4). T4 dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan operasional layanan dan penerbangan bertarif ekonomis. Dengan dibukanya T4, kapasitas penanganan Bandara Changi Singapura akan bertambah menjadi 82 juta orang per tahun.
Lokasinya yang berdekatan dengan Terminal 1-3, T4 Bandara Changi Singapura siap memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung dengan rancangan terminal yang unik dan pemanfaatan teknologi yang inovatif.
T4 akan menawarkan Fast And Seamless Travel (FAST) secara ekstensif untuk melakukan check-in, bagasi, pengurusan imigrasi, dan boarding. Proses keamanan akan dilakukan dengan metode biometrik, seperti pengenalan wajah.
“Calon penumpang akan melakukan proses check-in, bagasi, imigrasi, hingga boarding sendiri. Kami banyak menawarkan inovasi teknologi sehingga lebih tersentralisasi. Pembagian petugas, tenaga kerja, dan peralatan menjadi dikurangi dan lebih efektif. Cocok untuk mereka yang ingin melalui proses check-in hingga boarding lebih cepat,” papar Dennis Yim, Assistant Vice President Corporate & Marketing Communications Division Changi Airport, kepada Okezone baru-baru ini.
(foto: Website Changi Airport)
T4 akan menawarkan konsep visual-transparan pada Central Galleria. Konsep ini memungkinkan penumpang untuk lebih dekat dengan orang yang mengantar ke bandara.
“Ketika calon penumpang akan berangkat, keluarga atau rekan yang mengantar bisa melihat lebih dekat melalui kaca-kaca gedung. Begitu pula ketika penumpang yang tiba di bandara, keluarga atau rekan yang menjemput juga bisa menyambut mereka lebih dekat,” tambah Dennis.
Penumpang juga dapat melihat secara kilas kebudayaan unik Singapura pada area transit yang telah dirancang. Di mana gerai-gerai menyerupai toko Peranakan pada zamannya menambah sentuhan lokal pada dekorasi interior di T4. Bangunan dengan dua lantai ini diperkirakan memiliki tinggi mencapai 25 meter, dengan area sebesar 195.000 meter persegi, atau sekitar 27 kali lapangan bola.
Jewel Changi
(foto: Website Changi Airport)
Jewel Changi menjadi proyek lain yang juga dipersiapkan oleh pengelola. Diperkirakan akan dibuka pada awal 2019, Jewel Changi akan dibangun dengan lima lantai ke atas dan lima lantai ke bawah. Dengan luas area kurang lebih 134.000 meter persegi, kompleks ini akan terhubung dengan semua terminal dan jarak antara kompleks dengan gerbang keberangkatan Bandara Changi dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Jewel Changi dirancang oleh konsorsium yang dipimpin oleh salah satu arsitek terkenal di dunia, Moshe Safdie. Moshe Safdie merupakan arsitek yang membangun ikon Singapura, seperti Marina Bay Sands.
Jewel Changi tak hanya menawarkan fasilitas yang berkaitan dengan penerbangan dan perjalanan. Melainkan juga menawarkan hiburan lain, seperti atraksi untuk mengisi waktu luang menunggu penerbangan selanjutnya.
Bangunan yang akan menghadap ke Terminal 1 (T1) ini menawarkan dua fitur yang siap memukau para pengunjung. Pertama adalah Forest Valley, berupa konsep hutan yang memberikan pemandangan dengan tanaman hijau, air terjun, kolam, dan teras yang dikelilingi toko mewah ternama dan restoran. Taman lima lantai ini akan dipenuhi dengan ribuan pohon dan tanaman indoor.
(foto: Website Changi Airport)
Selain itu, fitur utama yang ingin dipamerkan adalah air terjun setinggi 40 meter bernama Rain Vortex. Saat malam hari, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan air terjun dengan tata cahaya dan suara yang memukau.
Bagi para wisatawan yang ingin menetap dan menikmati keindahan Jewel Changi, pengelola menyediakan 130 kamar hotel. Bersamaan dengan Jewel, area publik T1 juga akan diperluas untuk memperbanyak kapasitas penanganan Bandara Changi Singapura menjadi 85 juta penumpang per tahun. Ruang kedatangan T1 diperluas menjadi terintegrasi dengan Jewel Changi.
Changi East
Area seluas 1.080 hektar yang terletak di sebelah timur Bandara Changi Singapura saat ini, akan menjadi lokasi pembangunan yang disebut Changi East. Changi East akan mencakup Terminal 5 (T5) dan landasan terbang ketiga Bandara Changi Singapura.
Changi East siap menangani 50 juta pergerakan penumpang per tahun dalam tahap awal. Diperkirakan akan selesai pada 2020, T5 akan menambahkan kapasitas Bandara Changi Singapura menjadi 135 juta penumpang setiap tahunnya.
T5 sendiri akan dihubungkan dengan terminal lainnya di Bandara Changi. Sehingga memungkinkan Bandara Changi sebagai bandara yang terintegrasi dengan antar terminal yang berbeda. Hadirnya landasan terbang ketiga ini, tentu dapat menangani lebih banyak pesawat.
(Fiddy Anggriawan )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.