Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misteri Awal Mula Tiramisu, Dessert yang "Mengguncang" Amerika Serikat pada Era 80-an

Santi Andriani & Devi Setya Lestari , Jurnalis-Sabtu, 19 November 2016 |07:05 WIB
Misteri Awal Mula Tiramisu, <i>Dessert</i> yang
Asal mula tiramisu masih menjadi misterius (Foto: DeLallo)
A
A
A

TIRAMISU termasuk salah satu dessert yang kini banyak digemari pecinta dessert. Tapi nyatanya dessert yang khas dengan rasa kopi ini memiliki sejarah panjang yang masih misterius, bahkan hingga kini.

Menelusuri jalan di sekitar Manhattan Little Italy di malam hari, Anda akan disuguhkan pemandangan menarik ketika melintasi Ferrara Bakery & Cafe. Sebuah kafe yang berlokasi di 195 Grand Street, Italia. Di dalam kafe terlihat banyak pengunjung mengantre untuk bisa mendapatkan tempat duduk di salah satu kafe tertua di kawasan ini. Kafe sudah beroperasi sejak 1892 dan buka setiap harinya hingga tengah malam.

Kafe ini menawarkan berbagai menu makanan dan minuman. Untuk jenis minuman, ada tiga minuman andalan yakni amari, limoncello dan espresso. Biasanya minuman ini dinikmati sambil menyantap beberapa kue seperti sfogliatelle, cannoli, atau tiramisu. Ketiganya adalah ikon dessert khas Italia.

Untuk sfogliatelle, ini adalah jenis makanan penutup yang terbuat dari tepung semolina dan keju ricotta yang disajikan dengan campuran manisan kulit jeruk. Sfogliatelle termasuk dessert klasik yang mulai disajikan di Naples pada 1600-an. Sementara cannolis adalah hidangan khas Palermo yang terbuat dari bahan-bahan yang dipengaruhi Timur Tengah. Komposisi utama hidangan ini adalah air bunga jeruk dan kacang pistachio.

Dan satu lagi yang sudah familiar adalah tiramisu yakni sepotong kue berlapis yang terbuat dari keju mascarpone, sponge cake, savoiardi atau biskuit lady finger, kemudian dikucurkan espresso dan terakhir diberi taburan bubuk cokelat.

 

(Homecookingadventure)

Berbeda dengan sfogliatelle atau cannoli, tiramisu awalnya bukanlah makanan penutup yang dikenal khas Italia dan bahkan belum dikenal di industri kuliner Amerika sampai 1980-an.

Arti kata tiramisu sendiri mengacu pada arti gula, kopi dan kadang mengandung campuran minuman beralkohol. Di era 80-an tiramisu belum dikenal luas namun pada era 1985, kepopulerannya melesat tajam, bahkan menjadi salah satu dessert favorit di New York. "Mengapa dessert yang bahkan tidak pernah dikenal di New York tiga tahu sebelumnya, kini menjadi sangat populer," tanya Marrian Burros dalam artikel The New York Times pada 1985.

Pada masa itu tiramisu menjadi salah satu menu andalan di pinggiran kota New York seperti Front St. Trattoria, New Jersey. Kemudian beberapa tahun kedepannya tiramisu masuk sebagai daftar menu di Le Relais Plaza di Paris dengan nama biskuit mousse mascarpone.

Tiramisu kemudian menjadi bahan obrolan serius di berbagai kalangan pada tahun 1987 dan memasuki 1989 tiramisu jadi perbincangan sebagai dessert favorit bahkan di kalangan bangsawan.

 'Tira me su' sebagai dipping dengan kue kering atau cookies

Tidak membutuhkan waktu lama setelah Lidia Bastianich membuka restoran, Felidia di Upper East Side pada 1981, tiramisu menjadi makanan penutup favorit semua orang. Karakteristik rasa tiramisu yang ringan mampu membius lidah pencinta dessert saat itu. Tidak perlu seorang superchef untuk membuatnya, Bastianich menambahkan membuat tiramisu sangat mudah.

Bastianich mengatakan, ia mengenal tiramisu sejak masa kecilnya di Istria, semenanjung terbesar di Laut Adriatik. Adalah neneknya yang gemar membuat sajian tersebut sebagai bekal sekolah atau sebagai hantaran untuk kerabat yang sedang sakit atau jika anggota keluarga ada yang baru melahirkan.

"Dia menyebutnya 'tira me su' dalam dialek Venetian," kata Bastianich. Kata ini pun yang hingga kini dikenal.

Bastianich mengenang, saat membuat tiramisu adalah rangkaian kegiatan yang menyenangkan dan penuh memori indah bagi dirinya dan anggota keluarga lainnya. Untuk membuat makanan penutup ini, neneknya akan menyuruhnya ke kandang ayam untuk mengumpulkan telur ayam. "Saya ingat betul telur yang masih hangat," katanya. Lalu neneknya akan memisahkan kuning telur ke dalam mangkuk dengan gula untuk membuat zabaglione, custard yang agak encer. Saat itu ia tidak menggunakan campuran anggur atau jenis minuman keras lainnya, seperti yang sering dilakukan saat ini.

 

(Homecookingadventure)

"Dia akan mengunci mangkuk di antara lututnya dan mengocok dengan penuh semangat," kenang Bastianich. Lalu neneknya akan menyendok zabaglione dalam mangkuk, menuangkan sedikit espresso, kemudian mengambil roti kering atau cookies sebagai celupan.

Misteri tiramisu terkubur bersama 'sang guru' tiramisu

Menurut Burros, tiramisu pada masa kecil Bastianich adalah satu dari sekian banyak adaptasi hidangan penutup ini. Varian ini banyak tersedia di restoran pada pertengahan '80-an.

Sementara, Tidak tertulis jelas siapa yang pertama kali membuat resep baku tiramisu, pasalnya tidak ada yang mengingat pasti bagaimana sejarahnya hingga akhirnya dessert ini dikenal sebagai makanan Italia.

Tiramisu kini menjadi hidangan yang banyak dikreasikan menjadi beberapa item, dengan tanpa menguragi karakter rasa aslinya. Hal ini membuat tiramisu seolah kehilangan resep aslinya. Sekira tahun 87-an ada lebih dari 200 variasi dari tiramisu. Beberapa koki menambahkan berbagai bahan seperti zabaglione, almond, whipping cream atau berbagai olahan cokelat selain bubuk cokelat.

Saking membludaknya penggemar tiramisu, pencipta dessert ini hingga sekarang tidak jelas siapa. Ini membuat beberapa orang bersengket memperebutkan julukan si pencipta tiramisu. Menurut Celeste Tonon, chef sekaligus pemilik Ristorante da Celeste, yang sudah buka di Treviso sejak 70-an mengatakan, gurunya yakni Speranza Garatti, adalah "ibu sejati tiramisu." Tonon mengklaim bahwa di awal 1960-an, Garatti menyajikan hidangan di dalam cup gelas dan menyebutnya coppa imperiale. Setelah Garatti membuat dessert ini, temannya Ado Campeol, pemilik restoran Le Beccherie, membuat dessert ini dan mengubah namanya dari coppa imperiale menjadi tiramisu.

 

(Seriouseats)

Sengketa tentang siapa penemu tiramisu belum terpecahkan hingga saat ini, bahkan hingga Garatti meninggal di 2010.

Awal terjadinya sengketa siapa pencipta tiramisu dimulai sejak  70-an saat sebuah resto dengan brand Le Brccherie yang dikelola keluarga Campeol mulai 1939 sampai penutupannya di 2014.

Beberapa toko pastry dan chef kini menyajikan tiramisu dengan berbagai versi misalnya Pasticceria Rocco di Bleecker Street dan di Bay Ridge, menjual tiramisu custard dalam cangkir. Chef Brooks Headley yang memenangkan James Beard award 2013 membuat varian tiramisu yang gloopy atau pekat. Seperti dilansir dari tulisan Eater, Sabtu (19/11/2016).

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement