Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tugu Muda, Kenangan Pertempuran Lima Hari di Semarang

Agregasi Solopos , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2016 |14:20 WIB
Tugu Muda, Kenangan Pertempuran Lima Hari di Semarang
Ilustrasi
A
A
A

SEMARANGTugu Muda adalah sebuah monumen berbentuk tiang besar yang tingginya 53 meter, berdiri kokoh di Jalan Pemuda, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Tugu Muda dibangun di jantung Kota Semarang, tepat di tengah-tengah persimpangan lima jalan utama, yakni Jalan Pandanaran yang mengarah ke Simpang Lima, Jalan Mgr. Sugiopranoto yang mengarah ke Kabupaten Kendal, Jalan Imam Bonjol jurusan Stasiun Poncol, Jalan Pemuda yang mengarah ke Kota Lama, dan jalan dr. Sutomo yang mengarah ke kawasan kota atas. Namun, tahukah Anda apa fungsi dan makna dari Tugu Muda?

Monumen Tugu Muda dibangun untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Semarang pada 14-18 Oktober 1945. Selama lima hari, warga Semarang melawan tentara Jepang. Peristiwa itu kondang disebut Pertempuran Lima Hari.

Sebagai bukti semangat berani mati mereka mempertahankan kemerdekaan negara yang baru beberapa pekan diproklamasikan di Jakarta kala itulah, dibangun Tugu Muda.

Banyak cerita di balik tugu tersebut. Saat itu, delapan polisi istimewa yang menjaga tandon air di Wungkal diserang tentara Jepang. Para polisi ini ditangkap, dilucuti, dan disiksa di Markas Kidobutai di Jatingaleh.

Peristiwa ini memicu keberanian pemuda-pemudi Semarang yang bahu membahu bersama tentara Badan Keamanan Rakyat (BKR) melakukan serangan balasan hingga meletus pertempuran.

Monumen yang diresmikan pada 20 Mei 1953 oleh Presiden Soekarno ini mempunyai makna di balik bentuknya. Bentuk yang menyerupai lilin mengandung makna semangat para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI tidak akan pernah padam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement