Salah satu radikal bebas yang banyak di tubuh Anda adalah ROS (reactive oxygen species). Hati adalah organ utama yang diserang oleh ROS. Secara alami tubuh manusia juga memproduksi antioksidan, namun terkadang jumlahnya terlalu sedikit. Sehingga, dibutuhkan antioksidan tambahan dari luar tubuh.
Alfa tokoferol dapat juga menjadi antioksidan saat terjadinya proses oksidasi lemak pada hati. Sehingga alfa tokoferol sangat baik untuk hati, baik dalam mencegah maupun memperlambat proses penyakit untuk menjadi kronis (yang berhubungan dengan radikal beba). Salah satu contoh penyakit hati yang dapat dipengaruhi oleh alfa tokoferol adalah non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD).
NAFLD adalah penyakit perlemakan hati yang bukan disebabkan oleh alkohol. Penyakit ini dapat menjadi kronis dan menghasilkan sirosis hati, bahkan kanker hati. Salah satu mekanisme di balik penyakit ini adalah proses peradangan karena stres oksidatif. Studi dari Jepang oleh Sato K. menunjukkan bahwa alfa tokoferol dapat memperbaiki fungsi hati dan perubahan hati pada tingkat sel secara signifikan pada penderita NAFLD.
Alfa tokoferol, salah satu bentuk vitamin E, dapat dengan mudah Anda temukan pada sayur dan buah. Vitamin E tersebut tidak hanya bermanfaat untuk mata dan kulit, namun juga sangat baik untuk hati.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.