BERBAGAI komplikasi dapat terjadi akibat penyalahgunaan narkoba. Salah satu yang paling fatal adalah berbahaya bagi jantung dan saraf otak. Penggunaan narkoba dengan media jarum suntik bahkan membawa efek yang jauh lebih parah.
Penggunaan metode ini terutama bila digunakan bergiliran menggunakan jarum yang sama sangat berisiko terjangkit penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak cairan tubuh, dalam hal ini adalah darah. Seperti infeksi HIV, hepatitis, dan virus lainnya.
Penggunaan zat terlarang melalui jarum suntik juga dapat menyebabkamn gangguan pada jantung. Penyakit yang paling sering adalah endokarditis infektif.
“Penyakit ini terjadi karena zat yang dimasukkan melalui jarum suntik dapat merusak dinding bagian dalam rongga jantung,” kata dr. Teuku Istia Muda Perdana, SpJP, FIHA RS Jantung Diagram-Siloam Hospital Grup, Depok, Rabu (26/10/2016).
Narkoba suntik, kata Teuku, membuat kuman ikut masuk akibat penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Kuman akan bersarang dan berkembang biak di dinding bagian dalam rongga jantung yang telag mengalami kerusakan.
“Penggunaan narkotika sering bersamaan dikonsumsi dengan alkohol. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan gangguan pada organ jantung,” kata Teuku.
Narkoba jenis suntik dampaknya jauh lebih berat karena langsung disuntikkan ke dalam darah bukan diminum atau dihirup. Komplikasi lainnya bisa menyebabkan stroke atau gagal ginjal.
“Pasien yang datang kepada kami sayangnya sudah bersifat kerusakan permanen, padahal jika kita bisa mengenali gejalanya dan catatan riwayatnya pernah memakai atau masih memakai narkoba kematian bisa dicegah,” jelasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.