(Foto:Shutterstock)
Pada 1920, brunch hanya disantap orang-orang kelas atas. Karena hanya orang berkelas yang bisa berkeliaran sesuka hati ketika masyarakat tengah sibuk bekerja di pagi menjelang siang hari. Pada 1930-an ditemukan buku masak yang memuat resep menu brunch yang mengandung alkohol untuk tamu laki-laki tapi dalam bentuk mocktail. Tapi pada 1950-an kebiasaan minum mocktail saat brunch mulai berkurang karena terpengaruh perang dunia ke-2. Hal ini yang kemudian perlahan membuat alkohol jadi menghilang dari menu brunch. Sebagai pengganti alkohol, minuman brunch lebih banyak disajikan dalam bentuk jus buah yang justru terkenal lebih menyehatkan.
Brunch saat ini
Awal eksistensi brunch hingga populer ke berbagai negara ada di tahun 1980-an dimana brunch disajikan di banyak tempat dan disantap semua kalanganusia dan latar belakang profesi. Menu paling populer adalah egg Benedict yang merupakan sajian brunch di New York City, meskipun kadang hidangan lokal juga jadi makanan andalan. Sementara di Atlanta, brunch banyak menyajikan menu ayam goreng dengan biskuit buttermilk. Selain itu di Las Vegas memiliki menu brunch yang lebih mewah karena disajikan berbagai menu yang wah seperti lobster, kepiting kaki jumbo dan berbagai jenis tiram.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.