Rahmat dan Carlo juga berujar, ASI seorang ibu banyak dikeluarkan ketika perasaan dan suasana hatinya baik. Ada beberapa pikiran yang membuat para ibu dan ayah salah kaprah soal produksi dan banyak-sedikitnya hasil perahan ASI.
"Banyak yang salah persepsi soal produksi dan memerah ASI. Begitu menghasilkan sedikit, ia berpikir bahwa produksinya sedikit. Padahal enggak. Bisa jadi produksi ASI banyak yang keluar sedikit. Apa yang memengaruhi hasil perahan ASI? Itu perasaan dan pikiran," jelas Rahmat.
Ia mengibaratkan, ada seorang ibu menargetkan 100 ml ASI yang diperah, tetapi ia hanya bisa memproduksi 30 ml. Mengetahuinya, ibu pasti merasa sedih dan down. Dukungan ayah sangat dibutuhkan untuk menghibur hati ibu, sehingga suasana hatinya membaik.
"Padahal yang selalu kita bilang, hargailah setiap tetes. Ada berbagai faktor yang bisa membuatnya stres, misal kerjaan, cucian, ada banyak hal. Hal yang bisa ayah lakukan adalah mendukung dan menyemangatinya, membuat happy," tambah Rahmat
Meski yang dilakukan sang ayah terbilang hal kecil, tetapi dukungan dan semangat dapat menumbuhkan rasa percaya diri sang ibu. Otomatis, suasana hati sang ibu dapat memengaruhi ASI yang dikeluarkan untuk sang anak.
(Vien Dimyati)