SALAH satu masalah yang kerap ditemui ibu menyusui ialah ASI yang dikeluarkan sedikit. Kasus ini biasanya dialami oleh wanita di era modern.
Tiga orang ayah dari Ayah ASI, Rahmat, Carlo, dan Dhia mengatakan bahwa hal ini sering ditemui di kalangan komunitas Ayah ASI. Di sini sebuah pasangan diuji, apakah mereka akan memperjuangkan ASI atau malah menyerah.
"Banyak kasus yang ditemui, 'kenapa sih enggak dikasih ASI saja? Kenapa malah dikasih susu formula?'. Ibunya bilang karena ASI-nya susah keluar. Karena mungkin kurangnya informasi, pasangan itu langsung menyerah," ungkap Dhia kepada Okezone di Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Oktober 2016.
Sebenarnya ada berbagai cara yang dapat ditempuh oleh pasangan ayah dan ibu, terutama peran Ayah agar ASI yang keluar bisa kembali banyak. Kegigihan dan dukungan seorang ayah juga diperlukan untuk membuat istrinya bersemangat.
"Kalau misalnya ia susah, banyak jalan lain untuk membuat ASI lancar lagi. Masing-masing ayah memiliki cara yang berbeda yang penting kita mengulik dan cari tahu apa masalahnya, dari situ kita cari jalan keluarnya. Yang penting kita usaha dulu dan jangan terlalu cepat menyerah," imbuh Dhia.
Rahmat dan Carlo juga berujar, ASI seorang ibu banyak dikeluarkan ketika perasaan dan suasana hatinya baik. Ada beberapa pikiran yang membuat para ibu dan ayah salah kaprah soal produksi dan banyak-sedikitnya hasil perahan ASI.
"Banyak yang salah persepsi soal produksi dan memerah ASI. Begitu menghasilkan sedikit, ia berpikir bahwa produksinya sedikit. Padahal enggak. Bisa jadi produksi ASI banyak yang keluar sedikit. Apa yang memengaruhi hasil perahan ASI? Itu perasaan dan pikiran," jelas Rahmat.
Ia mengibaratkan, ada seorang ibu menargetkan 100 ml ASI yang diperah, tetapi ia hanya bisa memproduksi 30 ml. Mengetahuinya, ibu pasti merasa sedih dan down. Dukungan ayah sangat dibutuhkan untuk menghibur hati ibu, sehingga suasana hatinya membaik.
"Padahal yang selalu kita bilang, hargailah setiap tetes. Ada berbagai faktor yang bisa membuatnya stres, misal kerjaan, cucian, ada banyak hal. Hal yang bisa ayah lakukan adalah mendukung dan menyemangatinya, membuat happy," tambah Rahmat
Meski yang dilakukan sang ayah terbilang hal kecil, tetapi dukungan dan semangat dapat menumbuhkan rasa percaya diri sang ibu. Otomatis, suasana hati sang ibu dapat memengaruhi ASI yang dikeluarkan untuk sang anak.
(Vien Dimyati)