BUAH kering sangat sedikit mengadung air. Semua kandungan air dalam buah kering dibuang melalui metode pengeringan.
Selama proses ini buah menyusut, namun padat energi. Kismis adalah jenis yang paling umum, diikuti oleh kurma, buah prem atau plum, buah ara dan aprikot.
Varietas lain dari buah kering juga tersedia, kadang-kadang dalam bentuk manisan (dilapisi gula). Ini termasuk mangga, nanas, cranberry, pisang dan apel.
Buah kering dapat dipertahankan lebih lama dari buah segar dan dapat menjadi makanan ringan yang praktis, terutama pada perjalanan panjang di mana tidak tersedia pendingin.
Buah kering sangat bergizi. Sepotong buah kering mengandung jumlah nutrisi yang sama dengan buah segar, meskipun bentuknya lebih padat dan kecil.
Buah kering juga mengandung 3,5 kali serat, vitamin dan mineral lebih banyak dibanding buah segar. Oleh karena itu, satu porsi buah kering dapat memberikan persentase besar dari asupan harian yang direkomendasikan dari banyak vitamin dan mineral, seperti folat.
Bagaimanapun, ada beberapa pengecualian. Misalnya, kandungan vitamin C berkurang secara signifikan ketika buah dikeringkan.
Buah kering umumnya mengandung banyak serat dan merupakan sumber antioksidan, terutama polifenol. Antioksidan polifenol yang terkait dengan manfaat kesehatan seperti meningkatkan aliran darah, kesehatan pencernaan yang lebih baik, penurunan kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko berbagai penyakit.
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa orang yang makan buah kering cenderung dapat menutunkan berat badan dan mengonsumsi lebih banyak nutrisi.
Namun, penelitian tersebut belum dapat membuktikan dengan jelas bagaimana buah kering menyebabkan penurunan berat badan. Demikian seperti dilansir Authoritynutrition, Rabu (5/10/2016).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.