PARA ilmuwan telah mengkonfirmasi bahwa mengambil foto narsis (selfie) bisa memiliki efek serius yang baik untuk meningkatkan kesehatan mental.
Penemuan ini sedikit mengejutkan, mengingat berapa banyak artikel tentang manfaat detoxes digital, maraknya kebencian terhadap wanita yang hadir di media sosial, dan munculnya para pembual online.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan tahun lalu oleh psikolog dari University of Michigan, Ethan Kross menemukan, korelasi langsung antara waktu yang dihabiskan di situs media sosial dan perasaan ketidakpuasan, kesepian dan isolasi.
Namun, psikolog di University of California sekarang telah membuktikan semua orang yang terobsesi dengan media sosial mungkin memiliki sisi positif, ketika datang untuk mengambil foto dirinya sendiri.
Menurut hasil penelitian, potret narsis untuk Instagram, Snapchat, dan sejenisnya cenderung membuat seseorang lebih percaya diri dan lebih bahagia secara keseluruhan.
Selanjutnya, peserta studi menemukan keinginan mengambil gambar diri mereka sendiri lebih kuat daripada mengambil foto benda atau sesuatu yang mereka pikir akan membuat orang lain senang.
Tim melakukan penelitian kepada 41 siswa (28 orang perempuan dan 13 orang laki-laki) dengan menempatkan narsis sebagai dasar pengujuan. Para peneliti memperhatikan rutinitas mereka sehari-hari selama empat minggu.
Selama proses pengujian awal, para peserta diminta untuk mencatat suasana hati mereka sebanyak tiga kali setiap hari, bersama dengan waktu tertentu atau peristiwa yang telah mempengaruhi suasana hati mereka.
Di tahap final tiga minggu penelitian, siswa diminta untuk mengambil foto ketika mereka mencatat keadaan emosional mereka pada waktu itu. Namun mereka diberi petunjuk khusus pengambilan foto.
Para peneliti membagi subjek tes menjadi tiga kelompok yang terpisah, meminta seseorang untuk berfoto selfie sambil tersenyum, dan satu kelompok lain untuk mengambil foto tempat atau objek tertentu.
Kelompok ketiga diminta untuk mengambil foto dari sesuatu yang akan membuat orang lain senang, sebelum mengirimnya ke orang itu.
Tampaknya manusia membutuhkan dosis yang sangat kecil dari narsisme lebih dari apa pun. Sebagai orang-orang yang mengambil foto narsis terbukti lebih bahagia dan lebih percaya diri.
Hasil tersebut bertepatan dengan studi lain baru-baru ini yang menunjukkan bahwa menerima komentar pribadi pada gambar dan postingan sosial media baik untuk kesehatan emosional seseorang.
Berbicara dengan EurekAlert tentang penelitian ini, Moira Burke, seorang ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam interaksi manusia dengan komputer, menjelaskan bahwa komentar bahkan tidak harus panjang, mereka hanya harus menyesuaikan dengan orang yang membacanya.
"Kami tidak berbicara tentang apa pun yang sangat padat karya. Komentar itu bisa hanya satu atau dua kalimat. Yang penting seseorang seperti teman dekat membutuhkan waktu untuk personalisasi itu," jelas Burke, seperti dilansir Stylist, Rabu (28/9/2016).
"Konten mungkin menggembirakan dan hanya dibutuhkan sedikit tindakan berkomunikasi mengingatkan penerima hubungan yang bermakna dalam hidup mereka."
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.