Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menggoyang Lidah dengan Nasi Gulung Khas Wonocolo

Nurul Arifin , Jurnalis-Selasa, 20 September 2016 |17:38 WIB
Menggoyang Lidah dengan Nasi Gulung Khas Wonocolo
Nasi Gulung Desa Wonocolo (Foto: Nurul Arifin)
A
A
A

Kemudian, Nasi tersebut digulung dengan tangan sembari merapikan ujung-ujung daun tersebut. Jika nasi sudah di dalam gulungan daun pisang, kemudian dikukus selama 1 Jam di atas nyala api sedang.

Nasi Gulung terasa nikmat jika proses mengukus ini menggunakan kayu bakar. Setelah dikukus nasi didinginkan dan baru bisa dinikmati.

Di Kawasan Teksas Wonocolo yang berada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan ini, Nasi Gulung disajikan dengan Sambal Teri dan Ayam Goreng.

"Nasi Gulung ini bisa bertahan hingga tiga hari. Yang menjadi awet karena dibungkus dengan daun pisang itu," kata Sulastri, warga Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, salah satu pembuat Nasi Gulung ini.

Menurutnya, Nasi Gulung ini berbeda dengan lontong meski sama-sama dibungkus dengan daun pisang.

"Kalau lontong, beras dibungkus daun pisang kemudian direbus hingga matang. Nah, kalau nasi Gulung ini berbeda," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement