Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sawunggaling, Lambang Kemenangan Modest Wear di Rusia

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2016 |10:55 WIB
Sawunggaling, Lambang Kemenangan <i>Modest Wear</i> di Rusia
Koleksi Itang Yunasz bertema Sawunggaling, ayam jago sebagai lambang kemenangan
A
A
A

MOSCOW, Rusia menjadi ajang keterlibatan desainer ternama Itang Yunasz untuk memamerkan karya terbarunya bertema "Sawunggaling" yang menggambarkan seekor ayam jago sebagai lambang kemenangan. Kehadiran Itang Yunasz di Moscow adalah untuk berpartisipasi di ajang Collection Premiere Moscow, Rusia. Itang Yunasz menampilkan koleksi karya modest wear bertajuk Java Sumatra Spring Summer 2017 di Expocentre Moscow pada 31 Agustus - 3 September 2016 lalu.

Seperti diungjapkan oleh Amy Wirabudi, seorang fashion public relation, kota Moskow dipilih lantaran ibukota Rusia ini menjadi urutan ketiga untuk busana ready to wear wanita setelah urutan pertama dan kedua ditempati oleh Beijing dan Shanghai. "Kalau kita ingin mengalahkan Beijing dan Shanghai kan bisa dibilang cukup sulit, jadi dipilihlah Moskow. Sementara, kalau kita bicara Milan atau Paris Fashion Week sudah terlalu 'keruh' dan karya Itang kurang cocok berada di situ," sambung Amy Wirabudi, dalam acara yang sama.

Itang menuturkan, pada hari pertama pameran telah banyak buyers yang mengunjungi booth koleksinya. Para buyers tersebut banyak yang bertanya terkait koleksinya. Bahkan, ada pula yang mengajaknya untuk langsung berbisnis.

Koleksi yang dibawa oleh Itang ke Moskow berjumlah 24 outfit. Di mana 12 di antaranya ditampilkan dalam pagelaran busana. Koleksi yang diangkat terinspirasi dari seni dekoratif dari Jawa dan Sumatra, Sawunggaling, yang menggambarkan seekor ayam jago sebagai lambang kemenangan.

Motif ini biasanya dikenakan oleh kaum bangsawan Jawa dan menjadi simbol kepemimpinan yang bijak. Keindahan motif tersebut diterjemahkan oleh Itang ke dalam sebuah potongan gaun yang elegan dengan nuansa bohemian. Misalnya, boho dress, jaket, rok, pallazos, rok wiru, dan legging.

Material yang digunakan adalah polyester, sifon, taffeta, twill, dan crepe. Dari Sumatera, Itang juga mengangkat motif Tapis Lampung yang sangat menawan sebagai aksennya. Warna yang diusung dalam koleksi ini adalah krem, hitam, merah, anggur, dan emas.

"Memang saya enggak ingin nama koleksinya terlalu sulit. Kalau nama Java Sumatera kan Indonesia sekali, apalagi itu merupakan dua pulau ternama di Indonesia. Kenapa tidak Bali, karena saya mengangkat inspirasi melalui kain tapis Sumatera," tutupnya.

(Hessy Trishandiani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement