Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bawa Makanan Instan Bukan Ide Bagus untuk Bekal Travelling

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Rabu, 13 Juli 2016 |17:05 WIB
Bawa Makanan Instan Bukan Ide Bagus untuk Bekal <i>Travelling</i>
Makanan beku tidak cocok untuk bekal travelling (Foto: Greenvalley)
A
A
A

MOMEN liburan bersama keluarga dan teman harusnya jadi aktifitas yang menyenangkan tapi banyak hal justru bisa mengacaukan, misalnya karena makanan. Salah bawa bekal makanan bisa jadi perkara besar yang merusak kegiatan travelling.

Jika tak mau travelling Anda rusak karena makanan, perhatikan bekal yang wajib dibawa dan bekal yang harus dihindari. Dilansir dari TheDailyMeal, Rabu (13/7/2016), hindari makanan berikut jika tak ingin travelling Ada rusak karena masalah makanan.

Makanan beku

Makanan beku memang bisa diandalkan sebagai makanan cepat saji, tapi hal ini berlaku hanya saat di rumah, bukan saat perjalanan liburan. Makanan beku harus terjaga tetap beku karena jika tidak, bukan hanya kualitas saja yang akan menurun tapi juga bisa jadi sumber bakteri. Anda dan keluarga tidak mau kan mengalami masalah pencernaan usai menyantap olahan makanan beku.

Telur mentah dan setengah matang

Telur setengah matang memang cocok disantap sebagai menu sarapan, lelehan kuning telur menggoda ini ternyata justru bisa merusak liburan Anda. Telur setengah matang mengadung banyak bakteri salmonella jika tidak dikonsumsi dengan cepat jadi membawa bekal telur setengah matang adalah pilihan yang konyol. Kecuali Anda mengolahnya di tempat wisata dan langsung melahapnya.

Sayuran mentah

Membawa bekal sayuran mentah ternyata adalah ide buruk. Sayuran harus dicuci dengan air mengalir sebelum diolah sementara di lokasi liburan, Anda belum tentu menemukan jumlah air yang memadai. Belum lagi tingkat kesegaran sayuran yang akan menurun saat disimpan dalam suhu panas.

Produk susu yang tidak dipasteurisasi

Membawa bekal susu sapi segar adalah pilihan tepat, karena di tempat liburan kadang Anda membutuhkan susu di pagi hari atau malam menjelang tidur. Tapi jangan pernah membawa susu yang tidak dipasteurisasi karena susu akan cepat rusak. Proses pasteurisasi membuat susu awet lebih lama dan bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama. Susu pasteurisasi banyak dijual di banyak tempat, biasanya dalam kemasan karton berlapis kertas aluminium.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement