TINTA cumi merupakan salah satu zat alami yang dewasa ini kerap berpadu dengan makanan. Sebenarnya, tujuan utama dari campuran tinta cumi adalah untuk memberi warna eksotis pada makanan.
Namun seiring berkembangnya teknologi. Telah terbukti bahwa tinta cumi bisa jadi tren superfood hitam baru pengganti charcoal aktif yang sudah nge-hits belakangan ini.
Tinta cumi diambil dari kantung diantara bagian insang. Hampir semua jenis cumi memiliki tinta sebagai bentuk pertahanan diri terhadap predator lain
Sebagaimana dilansir Thedailymeal, Senin (20/6/2016). Tinta cumi hampir seluruhnya terdiri dari melanin. Pigmen yang dihasilkan oleh oksidasi asam amino tirosin. Hal itu sama seperti proses warna rambut manusia.
Tinta cumi juga mengandung protein, mineral, asam amino, lipid, antioksidan serta dopamin, neurotransmitter yang bisa memberi efek menenangkan.
Sebuah penelitian di China menemukan bahwa zat-zat tersebut mampu mengekang aktivitas sel pada tikus. Tak hanya itu, zat ini ternyata juga dapat melawan kanker.
Ditemukan juga sifat antibakteri terhadap patogen seperti E.Coli dan Staph. Tinta cumi juga dapat melindungi produksi sel darah putih pada tikus yang terkena obat kemoterapi tertentu.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.