Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakat, Makanan Khas Perantauan Jadi Primadona saat Ramadan

Agregasi Waspada Online , Jurnalis-Rabu, 08 Juni 2016 |12:27 WIB
Pakat, Makanan Khas Perantauan Jadi Primadona saat Ramadan
foto: waspada online
A
A
A

Meski begitu, tak sedkit warga asli Kota Medan yang menggemari makanan takjil ini. Pakat atau rotan muda cukup dibakar hingga matang kemudian dibuang kulit luarnya dan disantap dengan nasi sebagai lalapannya.

“Dimana memakan pakat saat berbuka puasa dipercaya dapat mengembalikan tenaga usai berpuasa seharian penuh. Stamina kita kembali bertambah dan dapat menjalankan aktivitas kembali,” ungkapnya.

“Kasiat pakat ini sangat banyak, stamina kita bertambah dan badan kembali fit seperti biasanya,” kata Evriana.

Sementara itu, salah seorang warga Garu IV, Rina Siregar menyatakan, dirinya memang kerap memakan pakat setiap bulan puasa tiba, karena memang terbiasa sejak kecil memakan pakat saat puasa tiba.

“Rasanya nikmat dan banyak khasiatnya, dari dulu orang tua kami selalu membeli pakat untuk berbuka puasa di rumah,” tutupnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement