Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Kecil, Wanita Desa Sade di Didik untuk Menenun

Rima Wahyuningrum , Jurnalis-Senin, 23 Mei 2016 |17:24 WIB
Dari Kecil, Wanita Desa Sade di Didik untuk Menenun
Dari kecil wanita Desa Sade didik menenun (Foto: Rima Wahyuningsih)
A
A
A

Hasil tenunan tersebut tentunya menjadi daya tarik wisata sendiri dari Desa Sade. Mereka memulai produksi dari pintalan kapas yang diwarnai sendiri dengan bahan-bahan alami

"Semua bikin sendiri. Warna-warna dari alami. Merah dari kulit kayu. Hijaunya dari daun kecipir. Kuning dari kunyit. Hitamnya dari arang batok kelapa," terang Kia seorang pedagang kerajinan tenun.

Proses pewarnaan benang tenun memakan waktu hingga satu minggu untuk perendaman agar tidak luntur. Sementara penenunan hingga menjadi selendang dan kain meteran tenun tak dapat diprediksi tergantung motif yang diinginkan.

Berbagai motif dihasilkan oleh kain tenun khas Desa Sase tersebut. Diantaranya adalah Kembang Koma, Subhanaleh, Keker, Rangrang, Ragi Genap dan masih banyak lagi. Bahkan motif tersebut memiliki makna unik dibaliknya.

"Kembang Koma itu bunga kecipir. Subahnaleh itu karena saking capeknya dia menenun jadi Subhanallah," tambahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement