Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyusuri Potret Sejarah Kota Palembang

Santi Andriani , Jurnalis-Rabu, 11 Mei 2016 |06:56 WIB
Menyusuri Potret Sejarah Kota Palembang
Menyusuri potret sejarah Palembang (Foto: Wikipedia)
A
A
A

Melintasi Sungai Musi sudah pasti akan dipampangkan Jembatan Ampera yang merupakan ikon Kota Palembang.

Jembatan Ampera menghubungan daerah seberang Ulu dan seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Jembatan memiliki panjang 1.117 meter, lebar 22 meter dan tinggi 11,5 meter dari permukaan laut. Sementara tinggi menara yaitu 63 meter dari permukaan tanah.

Ide membangun jembatan sebenarnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang pada 1906, namun ide ini tidak terealisasi bahkan setelah berakhirnya kepemimpinan Walikota Palembang, Le Cocq de Ville.

Akhirnya jembatan ini baru terealiasi pada masa kemerdekaan dibawah pimpinan Presiden Soekarno. Biaya pembangunan berasal dari rampasan perang Jepang.

Bahkan bangunan dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Negeri Sakura tersebut. Pada masa itu Jembatan Ampera yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat adalah jembatan yang terbesar di Asia Tenggara.

Tidak jauh dari Jembatan Ampera, kemudian ada Pasar 16 Ilir. Pasar 16 Ilir diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan abad 19. Saat itu Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo memindahkan keraton ke Kuto Kecik karena ada pembangunan Mesjid Agung pada 1821.

Pemerintah Belanda saat itu kemudian membangun pertokoan dan perkantorn di sepanjang Sungai Tengkuruk yang bermuara di di Sungai Musi. Pasar 16 Ilir terus dilakukan perluasan untuk menampung banyak pedagang. Aneka dagangan, mulai dari tekstil, emas, keperluan rumah tangga hingga baju bekas impor.

Melanjutkan perjalanan, akan menemukan kawasan semacam Tanjung Priok di Jakarta, yaitu tempat untuk bongkar muat barang dari luar negeri.

Kapal-kapal besar dan kontainer-kontainer tampak bersandar. Juga ada kapal-besar pengangkut batu bara yang tengah parkir.

Jika pada bagian ulu sebelum Jembatan Ampera Anda menemukan kampung China, maka sesudah jembatan bakal menemukan Kampung Arab. Ya, warga keturunan Arab juga banyak merantau ke Palembang akibat perdagangan.

Sama seperti Kampung China, disini banyak rumah rakit, puskemas terapung dan juga rumah ibadah umat Muslim yang berdampingan dengan rumah ibadah umat Tionghoa.

Dari Sungai Musi, rombongan ditunjukkan oleh Latief sebuah pabrik es batu pertama di Palembang, yakni PT Alwi Assegaf. Kini yang menjalankan usaha itu adalah generasi keenamnya dan sudah menggunakan teknik modern dalam membuatnya.

Soal es batu, lagi-lagi Latief punya guyonan. "Jadi dulu ada kisah seorang warga Ilir membeli es batu dari pabrik ini. Sampai di rumah si warga marah-marah dan mengadu ke temannya. Ia sebut si penjual es yang warga Arab menipu. 'Tidak benar itu orang Arab jual es, sampai di rumah es ku sudah habis mencair. 'Memang di mana kau taruh es itu? Aku ikat es di belakang perahuku lah. Bukan salah penjualnya, namanya es kena air ya habis lah mencair," kata Latief.

Kembali di bagian sebelah Ilir, setelah dermaga bongkar muat, maka rombongan diperlihatkan kemegahan pabrik pupuk terbesar di Indonesia, Pusri, Pupuk Sriwijaya.

Okezone takjub melihatnya. Kemegahan dan kemodernan terlihat pada bangunan-bangunan yang kokoh dan luas.

Pelajaran saat duduk di bangku sekolah dasar itu, kini terpampang jelas di depan mata. Kapal-kapal besar pengangkut pupuk pun menjadi pemandangan langka di sepanjang sungai Musi.

Tak terasa kemegahan dan kemodernan pabrik Pusri yang akhirnya kembali mengantarkan pada sejarah dan legenda cinta dua anak manusia ratusan bahkan ribuan tahun ke belakang. Waktu menunjukkan pukul 11.10 WIB saat perjalanan singgah di dermaga Pulau Kemaro.

Pulau di Sungai Musi yang alkisah muncul dari kisah cinta tragis antara gadis Palembang, Siti Fatimah dengan saudagar muda keturunan Tionghoa, Tan Bun An.

Sinar matahari terik menyengat kepala. Namun kerindangan pohon dan Pagoda di Pulau Kemaro ramah mengundang.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement