Dinding bangunannya terbuat dari anyaman bambu, sementara atapnya terbuat dari daun rumbia dan daun kelapa.
Kampung ini sangat terbuka untuk wisatawan. Selain mengizinkan wisatawan mengikuti kegiatan tradisional, kampung ini juga terbuka untuk wisatawan yang ingin menginap untuk merasakan kehidupan dan masyarakatnya.
Namun, hindari berkunjung pada hari Selasa, Rabu dan Sabtu. Karena pada hari tersebut, masyarakat Kampung Naga sedang melakukan ritual menyepi dan dilarang membahas adat istiadat serta asal usul kampung tersebut.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.