EMPAL gentong merupakan salah satu panganan tradisional khas Cirebon, Jawa Barat. Ketika berkunjung ke daerah itu, jangan lupa untuk menjajal lezatnya kuliner yang sudah melegenda itu.
Namun perlu diketahui, empal gentong yang kini dikenal itu rupanya telah mengalami sejumlah perubahan. Mulai dari paduan bumbu pelengkap, hingga bahan dasar yang digunakan.
“Dulu itu empal gentong malah pakai daging kerbau. Bagian lemusir, paha, usus dan babat kerbau,” ungkap H. Machfud, pemilik gerai RM Empal Gentong H. Apud, Cirebon kepada Okezone di Jakarta.
Pada saat itu, lanjutnya, daging kerbau cenderung lebih sulit diolah. Karena tekstur dagingnya lebih alot, aroma yang cukup menyengat dan warna jeroan yang lebih hitam dari daging sapi.
“Dulu sebelum diolah seperti usus, babat itu harus direndam dulu dalam air kapur biar enggak begitu hitam,” ujarnya.
Kemudian seiring berjalannya waktu, empal gentong pun mengalami perubahan. Dari awal yang menggunakan daging kerbau, hingga kini yang kita kenal, empal gentong sudah memakai daging dan jeroan sapi.
Sementara itu, resep empal gentong zaman dulu menggunakan tambahan gula merah sebagai penambah rasa manis dan warna kecoklatan. Namun, ketika ada kecap manis, banyak masyarakat yang lebih menggunakan kecap manis, dan rasanya tidak jauh berbeda.
“Dulu pakai gula merah, tapi setelah ada kecap manis, dicobain dan rasanya cocok. Sekarang untuk bikin empal gentong banyak yang pakai kecap manis,” pungkasnya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.