Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyeruput Dawet Prambanan 'Ngudi Roso' yang Melegenda

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Sabtu, 30 April 2016 |09:31 WIB
<i>Nyeruput</i> Dawet Prambanan 'Ngudi Roso' yang Melegenda
Dawet ayu ngudi roso di Prambanan (foto: KRjogja)
A
A
A

Untuk masalah harga, jangan khawatir. Segelas es dawet dengan tape ketan dihargai cukup murah yakni Rp 3 ribu. "Untuk yang tidak pakai tape hanya Rp 2.500 saja, itu saya sudah untung kok," ungkap pria asli Bayat Klaten ini.

Ada cerita tersendiri mengapa Cipto tetap mempertahankan harga murah untuk es dawet buatannya. Menurut dia, es dawet merupakan minuman rakyat dan harus bisa dijangkau semua kalangan.

"Tidak mau dibuat mahal, bagaimanapun dawet minuman rakyat. Sudah sejak jaman Majapahit ada dan akan tetap seperti itu," ungkapnya lagi.

Dalam sehari dengan harga tersebut, Cipto bisa menjual habis 800-1500 porsi yang dibawanya dari rumah. "Pas akhir pekan pasti 1500 porsi habis, apalagi cuacanya panas seperti ini," lanjutnya lagi.

Setiap hari, kios dawet ini buka mulai pukul 09.00 hingga habis atau paling lama pukul 16.00 WIB. Tapi jangan sampai terlalu sore juga, karena saat cuaca terik biasanya dawet sudah terjual habis lebih cepat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement