MAJALENGKA – Gua Jepang yang berada di samping Markas Kodim 0617 Majalengka di Kelurahan Tonjong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, kini mulai banyak dikunjungi sejumlah anak sekolah yang ingin mengetahui keberadaan gua tersebut.
Mereka berkunjung sambil membawa buku pelajaran sekolahnya, sebagian di antaranya tampak menghafal membuka buku-buku pelajaran di sekolahnya untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung Senin-Rabu (11-13/4/2016).
“Menghafal di sini enak karena dingin,” kata Mita, siswi SMP 2 Majalengka, seperti diberitakan Kabar-Cirebon.com, Selasa (11/4/2016).
Sedangkan di sejumlah pintu Gua Jepang, beberapa anak berfoto. Surya, Irpan, Ardel dan Dedi, siswa sebuah SMU mengaku belakangan ini hampir setiap minggu bermain ke Gua Jepang bersama sejumlah teman lainnya. Terkadang mereka membawa temannya yang belum mengetahui keberadaan gua.
“Sekarang guanya bersih, jadi mulai banyak yang bermain melihat-lihat ke dalam. Di bagian dalam gua juga sekarang betul-betul bersih sehingga bisa main dan berfoto. Dulu banyak tikus dan sampah,” ungkap Surya.
Mereka mulai mengetahui keberadaan gua dari beberapa temannya dan orang tuanya. Menurut cerita, dulu gua tersebut menjadi markas dan tempat persembunyian tentara Jepang. Selain itu, gua tersebut juga dipergunakan untuk menyimpan peralatan persenjataan milik Jepang.
Ari, siswa lainnya mengaku datang ke Gua Jepang diajak beberapa temannya yang sudah lebih dulu mengetahuinya. Sebelumnya dia tidak mengetahui kalau di pinggir sungai tersebut terdapat gua, apalagi sejarah gua tersebut.
“Saya hanya mengetahui ada pintu serta lubang, dan sebelumnya tidak pernah penasaran dengan keberadaan lubang-lubang sebesar pintu tersebut.,” kata Ari.
Dibangun 1942
Berdasarkan informasi, gua tersebut dibangun pada tahun 1942. Di sana terdapat empat gua yang masing-masing gua berukuran kurang lebih 5 x 5 meter. Seluruh gua pada bagian lantainya diplur semen dengan sangat tebal, demikian juga bagian dinding dan bagian atas langit-langit ruangan.
Setiap dua gua, di bagian tengah antargua ada pintu penghubung yang pintunya terbuat dari plat besi dengan ukuran lebar sekitar 1,5 meter dan tinggi dua meteran, hampir menyamai ketinggian dalam gua itu sendiri.
Setiap pintu gua juga menggunakan plat besi yang cukup tebal berukuran kurang lebih 1,80 meter dengan tinggi 1,80 cm. Pintu dan kunci gembok hingga kini tampak masih sangat kokoh, juga dengan konstruksi bangunan di dalam gua.
Belakangan gua tersebut mulai terpelihara kembali, di bagian setiap pembatas, atau antarpintu gua ke pintu gua yang lain telah dibersihkan, tidak ada lagi rumput ataupun ilalang. Pintu masuk ke setiap gua tampak terlihat jelas meski dari kejauhan. Pengunjung pun bisa masuk dengan nyaman dan aman tidak takut lagi harus terganggu ular atau kalajengking seperti sebelumnya.
Rutin Perawatan
Menurut keterangan Dandim 0617 Majalengka, Letkol Inf. Priandy Budi Purnawan, gua tersebut secara rutin dibersihkan dan dipelihara agar bisa dikunjungi banyak orang, serta lebih banyak dikenal. Alasannya, gua tersebut adalah salah satu peninggalan sejarah di Indonesia yang harus tetap terpelihara dan diketahui masyarakat banyak.
“Gua tersebut adalah salah satu gua Jepang yang ada di Indonesia, selain di Bandung, Garut, Jawa Barat, di Biak, Papua, Kupang, Nusatenggara Timur, Jawa Timur, Bali, Bukit Tinggi dan sejumlah wilayah lainnya. Gua Jepang tersebut dibuat sebagai tempat pertahanan, persembunyian, perlindungan dan juga tempat penyimpanan senjata serta penyimpanan logistik seperti bahan makanan, obat-obatan serta alat komunikasi semasa Perang Dunia ke II,” jelas Priandy.
Malah, lanjut dia, ada ruang yang dijadikan tempat perawatan orang sakit dan ruang rapat bagi para perwira kala itu.
“Gua Jepang ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang harus tetap dipelihara, bahkan di sejumlah daerah sudah menjadi tempat wisata dan ternyata memang banyak dikunjungi wisatawan karena lokasinya dipelihara dengan baik,” ungkap Priandy.
Menurut Priandy, pihaknya kini akan terus berupaya memeliharanya agar generasi mendatang bisa tetap mengetahui keberadaan gua dan fungsi gua di masa lalu.
“Selama ini keberadaan gua tidak banyak dikenal oleh masyarakat Majalengka sekalipun, karena gua dibiarkan dipenuhi pepohonan serta rumput dan sampah serta batu setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu,” tambah dia.
(Amril Amarullah (Okezone))
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.