PENDUDUK asli Papua tidak hanya memanfaatkan pohon sagu untuk diolah menjadi makanan pokok. Ulat yang ada di dalam pohon pun turut dikonsumsi.
Hal tersebut sudah menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat setempat untuk mengonsumsi ulat sagu. Konon, hal ini juga menjadi daya tarik kuliner khas Papua.
Seperti diketahui, ulat sagu berasal dari kumbang merah yang bertelur di batang pohon sagu. Ulat bertubuh gemuk ini hanya dapat hidup, tumbuh dan berkembang di batang pohon sagu yang sudah dipangkur.
Umumnya, masyarakat setempat mengambil ulat sagu ini dengan membelah batang pohon sagu lebih dulu. Kemudian ulat yang ada di rongga batang pohon sagu diambil untuk kemudian diolah dan dikonsumsi.
Konon ulat sagu punya rasa yang khas dan manis. Tak perlu diolah pun ulat ini sudah bisa langsung disantap, namun disarankan hanya bagian badannya saja.
Ulat sagu juga diyakini kaya nutrisi. Terdapat banyak protein, asam amino, asam aspartat, asam glutamat, lisin, tirosin dan methionin.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.