Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Batik Edward Hutabarat

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Senin, 18 Januari 2016 |20:05 WIB
Perjalanan Batik Edward Hutabarat
Karya batik Edward Hutabarat (Foto: Edward Hutabarat)
A
A
A

Batik seperti sebuah lukisan. Oleh karena itu, Edo tidak menggunting atau memotong kain Batik. Edo memilih pendekatan baru, dengan membuat pola terlebih dahulu. Baru setelah pola itu lahir, kain-kainnya siap untuk di-Batik. Ini dilakukan agar proses interaksi dengan para artisan batik itu dilakukan sejak awal.

Berbagai motif Sawunggaling diaplikasikan di atas material sutera atau satin, yang ditransformasi ke dalam potongan gaun cocktail atau long dress. Beberapa terlihat mengembang atau flowing, dengan aplikasi lace atau tulle yang implisit. Gaun-gaun tersebut terlihat anggun dan berkelas.

“Saya ingin ketika busana saya dikenakan, burung-burung di dalam motif Sawunggaling itu terlihat seperti terbang,” tambah Edo.

Melalui “Batik Journey”, Edo juga melansir koleksi Kimono khusus untuk pria, yang meleburkan dua kutub kebudayaan berbeda. Busana berpola T-shaped yang identik dengan busana tradisional Jepang ini diimplementasi di atas kain Batik. Kimono Batik ala Edo terlihat megah dan subtle. Untuk pria, Kimono Batik ini disandingkan tenun lurik. Ada yang panjang semata kaki, ada pula yang muncul sebagai jaket yang praktis.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement