SEBAGAI warisan budaya Indonesia, batik patut dipertahankan dan dikembangkan demi keberlangsungan banyak pihak. Dan, mereka yang paling patut dihargai adalah para pebatik. Salah satu perancang busana yang peduli dengan para pebatik ialah Edward Hutabarat.
Di mata Edward, para maestro -sebutan Edward untuk para pebatik- patut dijunjung tinggi karena mereka mampu menghasilkan karya adiluhung lewat kerja keras selama berbulan-bulan.
"Saya tidak pernah bermimpi Angelina Jolie akan mengenakan batik saat menghadiri acara red carpet. Sebab bagi saya, behind the scene batik sudah sangat hebat di mana para maestro terbiasa duduk delapan jam sehari tanpa sandaran, mengerjakan satu lembar kain dalam waktu berbulan-bulan. Ini adalah potret heritage Indonesia, the women empowerment!," kata Edward di konferensi pers “Reflection, 30 Tahun Berkarya Edward Hutabarat” di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Rabu (27/7/2011).
Untuk itu, Edward berharap batik tidak hanya sekadar tren, tapi dapat bertahan lebih lama.
"Saya bukan pebatik, saya bukan pengusaha batik, tapi saya bagian dari mereka, batik is in my heart. Untuk mengerti Indonesia, kita harus smart. Bayangkan, di kain itu mereka menggoreskan lilin sedikit demi sedikit hingga menjadi apa yang kita ketahui sekarang. Maka, batik seharus bisa long lasting," tutupnya.
(Chaerunnisa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.