MADURA - Saat seorang perancang busana tahu apa yang dia inginkan dan bagaimana konsumen menggunakan rancangannya, di sinilah peran kreatifitas dan ide diperlukan.
Inovasi dunia mode juga penting demi menghindari kesan stagnan maupun kesamaan desain. Bagi perancang busana yang akrab dengan penggunaan batik, Edward Hutabarat, inovasi tersebut dituangkan melalui karya busana reversible alias satu busana yang dapat dikenakan bolak-balik.
"Rencana di minggu awal bulan Juni 2011, nanti saya akan meluncurkan konsep busana reversible di mana konsumen dapat menggunakan busana batik side a maupun side b," ungkap Edward di acara 'Cintaku Pada Batik Takkan Pudar' oleh Attack Batik Cleaner yang bertempat di Hotel Putri, Pamekasan, Madura, Minggu (3/4/2011).
Lantas, bagaimana dengan desainnya sendiri?
"Konsep busananya tetap simpel. Mengapa? Karena saya ingin desainnya dapat bertahan lama, tetap up to date. Desainnya kelak akan saya buatkan jaket long sleeves maupun short sleeves," urai Edward.
Berbicara soal kepergian perancang busana legendaris Peter Sie, Edward mengungkapkan keinginannya untuk melawat ke rumah duka.
"Rencananya begitu tiba di Jakarta akan melawat, siapa tahu masih sempat dan jenazah belum dimakamkan," papar Edward mengakhiri percakapan.
(Rosa Anggreati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.