Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak bila Skoliosis Tidak Ditangani Sedini Mungkin

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 03 Desember 2015 |07:08 WIB
Dampak bila Skoliosis Tidak Ditangani Sedini Mungkin
Jika skoloasis tak tertangani (Foto: Ist)
A
A
A

SKOLIOSIS atau kondisi di mana tulang punggung bengkok dan terpelintir hingga menyerupai huruf S perlu ditangani sejak dini. Bila didiamkan terlalu lama, itu tidak hanya akan memperburuk postur, tapi juga nyeri otot bahkan masalah pada pernapasan.

Hal ini diterangkan oleh ahli tulang punggung dan skoliosis, dr S Dohar A L Tobing, SpOT, K-Spine. Ia mengatakan, skoliosis derajat ringan mungkin tidak akan sampai mengganggu penderitanya. Tapi bila derajat keparahan sudah tinggi, orang dengan skoliosis bisa mengeluhkan banyak masalah dari bagian yang terkena dampak lengkungan abnormal pada tulang punggung.

"Kalau derajatnya sudah cukup parah, penderita bisa mengeluh sakit pinggang karena otot-otot di sekeliling tulang punggung yang tidak simetris sehingga cepat lelah. Kalau bengkoknya di tulang punggung atas juga bisa membuat rongga paru menyempit sehingga pasien mudah terkena gangguan penapasan," jelasnya dalam acara temu media, di MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi, Jakarta, kemarin.

Skoliosis adalah bentuk kelainan tulang belakang yang bisa disebabkan 1001 macam masalah. Namun, dijelaskan dr Dohar, skoliosis idiopatik (yang tidak diketahui penyebabnya) adalah kasus yang paling banyak ditemukan. Kelainan ini umumnya ditemukan di antara anak usia akil balik sampai remaja, yang sedang mengalami fase pertumbuhan tinggi yang cepat.

"Orangtua sebaiknya bisa mengetahui kelainan tulang punggung pada anaknya sejak dini. Saat dilihat berdiri mungkin tidak keliatan, tapi kalau disuruh bungkuk, dari belakang, tulang punggungnya akan terlihat asimetris. Semakin cepat dideteksi, maka akan semakin mudah diatasi dengan teknik yang tidak rumit," lanjutnya.

Ia menerangkan bahwa terapi untuk memperbaiki kelainan yang terkadang menurun dalam keluarga dan tidak terkait kebiasaan fisik tertentu tersebut bisa berbeda antara satu pasien dengan yang lainnya. Pemeriksaan derajat keparahan skoliosis akan menentukan tindakan penanganan. Selama itu, dokter juga wajib mengawasi perkembangannya.

"Bila derajat kelengkungan di bawah 30 derajat, pasien bisanya disarankan latihan fisik, seperti renang dan segala macam. Bila sudah 30-40 derajat, biasanya dokter akan kasih 'brace' atau semacam korset khusus. Tapi kalau keparahan sudah di atas 45 derajat, maka operasi atau koreksi secara bedah untuk memasang pen adalah solusi yang paling disarankan," katanya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement