Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tual, Mutiara dari Tenggara

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Selasa, 01 Desember 2015 |18:10 WIB
Tual, Mutiara dari Tenggara
Tual, mutiara dari Tenggara (Foto: Muhammad Saifulloh/Okezone)
A
A
A

PULAU Bair, Maluku masih asing bagi banyak orang di Indonesia. Perlahan tapi pasti, keindahan pulau tersebut mulai sejajar dengan Raja Ampat.

Kota Tual tadinya masuk Kabupaten Maluku Tenggara. Mulai berdiri sendiri bersamaan dengan terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 31. Jadi maklum namanya belum banyak dikenal di Indonesia.

Padahal sejak lama kawasan Kota Tual yang terdiri dari 66 pulau memiliki keindahan bahari yang luar biasa.

Banyak pantai dengan air laut masih jauh dari tercemar. Pasir putih yang sangat memberikan pengalaman, sensasi dan pesona tersendiri bagi wisatawan.

Nah, di antara kekuatan wisata bahari di Kota Tual, Pulau Bair, akan menjadi tempat tak terlupakan. Pulau Bair memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda dengan pulau pulau kecil disekitarnya, yakni memiliki dua teluk dengan air laut jernih dan tenang berwarna biru kehijauan, vegetasi mangrove dan tebing batu.

Pulau ini dengan demikian menjadi tempat asyik untuk berwisata bahari. Bukan saja untuk berselfie dengan latar belakangnya yang menawan, tapi juga kegiatan menyelam, snorkel, dan mamancing.

Pulau ini terlindungi oleh gelombang laut sehingga cocok untuk berperahu kano dan jetski. Sekilas Pulau Bair mirip dengan Raja Ampat, Papua. Atau bisa saja disebut sebagai Raja Ampatnya Maluku.

“Untuk menuju Pulau Bair tentunya harus menuju Kota Tual terlebih dahulu. Nah, dari terminal Kota Tual melakukan perjalanan darat atau angkutan umum menuju Desa Dullah sekitar 30 menit. Dari dermaga Desa Dullah Darat selanjutnya melakukan perjalanan laut dengan menyewa perahu speed boat,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tual Siti Tamher saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perjalanan menuju Pulau Bair diperlukan waktu sekitar 30 menit dari Dullah, namun dipastikan tak akan terasa lama karena kita akan melewati pemandangan laut dan beberapa pulau kecil yang menawan.

Salah satunya Pulau Adranan yang memiliki pasir pantai yang halus. Pulau Adranan cocok untuk wisatawan yang senang bermain air di pantai dan berfoto-fota selfie.

Menjelang Pulau Bair, kita juga akan dibikin decak kagum dengan suguhan tebing tebing batu yang mengelilingi Pulau Bair. Kalau perjalanan kita beruntung, konon dapat melihat anak ikan hiu jenis blackpit.

“Begitu sampai teluk Pulau Bair, kita benar-benar merasakan di sebuah daerah yang luar biasa megah dan indah dengan suguhan tebing batu. Tebing batu itu mengelilingi teluk di Pulau Bair. Dalam kondisi laut surut kita akan menemukan beberapa pantai yang bisa disinggahi karena tidak tertutup oleh air laut,” tambah Siti Tamher.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement