DARAH tali pusat telah diteliti sebagai sel punca yang berpotensi lebih tinggi untuk perbaikan kesehatan. Aplikasi teknologi ini pada seorang bayi di Tiongkok telah berhasil membuktikan kepada dunia bahwa transplantasi darah tali pusat bisa memerangi cacat genetik langka.
Bayi tersebut menerima sel-sel induk darah tali pusat pada tanggal 31 Juli di Rumah Sakit Anak Universitas Fudan, Shanghai, ketika dia berusia 6 bulan. Kini, rumah sakit mengadakan perayaan untuk bayi Zhao Jiaxin, yang kini berusia sepuluh setengah bulan.
"Belum ada laporan yang menunjukkan bahwa darah tali pusat digunakan untuk pasien penyakit inflamasi usus dengan cacat IL-10 RA, yang didiagnosis pada bayi perempuan itu, di seluruh dunia sejauh ini," kata Zhai Xiaowen, Direktur Departemen Hematologi Rumah Sakit.
Ada pembentuk darah sel punca yang melimpah dalam darah tali pusat. Dokter yang menangani pasien mengatakan, mereka telah terbukti bernilai untuk mengobati kekurangan kekebalan tubuh dan penyakit darah ganas.
Seperti dilansir dari Zeenews, Minggu (15/11/2015), bayi Zhao kini tidak lagi perlu mendapatkan pasokan nutrisi dengan suntikan makanan. Bayi Zhao juga bisa minum 60 mililiter susu formula bayi sekali setiap dua jam.
Zhao lahir di provinsi Henan pada 26 Januari. Ketika berumur satu minggu, dia menderita diare berat dengan demam, muntah, dan peradangan. Dia kemudian didiagnosis dengan penyakit inflamasi usus yang disebabkan oleh cacat genetik.
Satu-satunya obat adalah sel-sel punca darah tali pusat untuk menebus cacat dan mengontrol penyakit dan untungnya rumah sakit menemukan kecocokan darah untuknya di Shanghai Blood Bank.
“Tes darah setelah transplantasi menunjukkan bahwa 98,6 persen sel-sel induk yang ditransfusikan telah bekerja dan gen awal yang rusak menjadi normal," kata Huang Ying, ketua departemen kesehatan pencernaan di rumah sakit tersebut.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.