Yeyen menceritakan, ketika itu dirinya bersama warga turut membantu mengevakuasi penumpang-penumpang yang bisa langsung diselamatkan. Namun, ada beberapa warga lain yang juga mengevakuasi jenazah penumpang sebelum pasukan dari Kodam Bintaro datang.
“Jadi, kita juga gotong jenazah-jenazahnya sementara ke tanah lapang ini (sambil menunjuk samping rumahnya). Ada juga yang mengangkut jenazah pakai gerobak, pokoknya kita berusaha semua,” tuturnya.
Meski begitu, Yeyen mengaku jarang mengalami kejadian-kejadian di luar akal sehat. Tanah lapang itu mulai dibangun menjadi pemukiman penduduk sekitar tahun 1990-an, termasuk rumah yang kini ditinggali oleh Yeyen.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.