PERJUANGAN Jamiin selama membantu kesembuhan orang gangguan jiwa sangat menginspirasi orang banyak. Maka tak heran Jamiin dipilih menjadi sosok pahlawan oleh MNCTV Pahlawan 2015.
Ia menceritakan untuk meraih itu semua ia harus melalui tantangan yang tak mudah. Mendekam di penjara hingga di demo oleh masyarakat pernah ia alami. Walau demikian, tidak ada kata kapok atau keinginan untuk menghetikan perjuangannya menyelamatkan orang-orang dengan gangguan jiwa yang terlantar.
“Kita pernah didemo masyarakat bahkan aparat keamanan karena dianggap mengajarkan aliran sesat atau punya tendency politik tertentu. Lalu dipenjara karena tuntutan menyebabkan kematian. Kita dipanggil Kementerian Kesehatan karena melanggar hak minum obat. Ditentang melanggar HAM pun pernah. Jadi, banyak sekali tantangannya. Tapi kita tidak surut untuk berjuang terus, sampai masyarakat akhirnya menerima kita,” ungkap Jamiin di Gedung INews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2015).
Namun, pria yang memiliki empat anak kandung ini kini bisa terseyum bahagia dengan perjuangannya dan banyak relawan lain untuk yayasannya. Ia mengaku sudah banyak “anak asuhnya” yang kembali ke masyarakat untuk bekerja dan berkeluarga seperti layaknya masyarakat normal.
“Ada banyak sekali pengalaman yang tidak bisa dilupakan dari merawat mereka. Ada pengidap gangguan jiwa asuhan kita yang kemudian jadi polisi, tentara, bekerja di luar, kemudian menikah dan punya anak. Kita memang tidak bisa memastikan kapan mereka bisa sembuh, tapi pastikan kita berbuat sesuatu dulu untuk membantu mereka dan minta bantuan Tuhan,” pungkasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.