“Malaysia punya apa? Berapa banyak destinasi? Seberapa cantik pantai dan lautnya? Bandingkan dengan punya kita? Jauh, bumi langit, kita lebih eksotis, lebih cantik, lebih nature, lebih ramah, lebih alami. Faktanya, kita masih kalah,” jelasnya
Menurutnya wisata di Thailand seperti Phuket, Pattaya, Bangkok dan Chiang-Mai masih kalah dengan Indonesia, meskipun Kota Bangkok sendiri, dalam setahun 16 juta wisman, masih diatas Bali yang baru 4 juta wisman.
"Potensinya bisa 10 juta, sampai 2016, dengan cara membuka destinasi terintegrasi di Bali Utara. Apalagi Singapore? Yang hampir 100 persen objek wisatanya hanya buatan orang. Mereka terbatas oleh lahan, tanah dan luasan space, tetapi mereka berhasil membangun pusat perbelanjaan, pusat kegiatan finansial, dan pusat parkirnya kapal-kapal yacht. Kita punya Batam Bintan, yang dekat secara jarak maupun kebudayaanya. Kita memancing di kolam yang banyak ikannya. Kita berpromosi di Singapore untuk Indonesia,” tutur dia.
Ia menambahkan, ketiga negara tetangga itu tidak pernah diam. Mereka super agresif berpromosi, baik on air, off air, on line maupun below the line, bahkan serangan darat, serangan udara, semua digencarkan.
“Saya bisa membayangkan, untuk mengalahkan Malaysia. Saya juga bisa berimaginasi dan mencari cara untuk mengejar Thailand yang sudah USD40M, atau sudah mengalahkan komoditas terbesar Indonesia, oil and gas. Itu artinya, dalam empat tahun ke depan, kami bisa juga bisa mengejar ketinggalan dari minyak dan gas bumi,” jelas pria lulusan ITB ini.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.