Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Motif Batik Khas Jawa Tengah

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2015 |16:21 WIB
Mengenal Motif Batik Khas Jawa Tengah
Batik (Foto: Craftincraft)
A
A
A

SETIAP daerah di Indonesia, punya ciri khas motif batik. Salah satunya Jawa Tengah, yang dikenal memiliki banyak sentra batik.

Berikut adalah ulasannya sebagaimana dikutip dari buku The 20th Century Batik Masterpieces di Museum Tekstil, Jakarta.

 

Solo, Yogyakarta

Pecahnya Mataram Islam menjadi Solo dan Yogyakarta memberikan pengaruh pada motif batik yang dihasilkan. Kasultanan Yogyakarta mempertahankan motif dan corak batik Mataram dengan latar putih, sedangkan Kasunanan Surakarta mengembangkan motif baru dengan latar agak kekuningan. Tahun 1757 berdiri Kadipaten Mangkunegaran yang mengembangkan batik Mangkunegaran. Keindahannya terletak pada harmoni dan luwesnya pengaturan isen dan hiasan pola. Batik Mangkunegaran yang terkenal antara lain motif buketan pakis, parang sonder, kelithik gelebag seruni, parang kesitbarong, dan lain-lain.

Banyumas

Gaya Belanda dapat dilihat dengan adanya pemakaian bingkai merah dengan coraknya yang dikenal dengan gaya materos, yaitu batik dengan warna sogan kemerahan dengan latar ukel. Pengaruh keraton Yogyakarta pada batik Banyumas dapat dilihat dari warna dan motifnya, yaitu soga hitam dan soga cokelat dengan motif semen, kawung, dan parang, yang dikenal dengan nama batik kanjengan. Di Banyumas dikenal juga dengan batik blanko. Disebut demikian karena pembatik Banyumas membeli kain mori dari Lasem yang pinggirannya sudah dibatik, sedangkan tengahnya kosong yang kemudian diisi oleh pembatik Banyumas.

Tegal

Tidak banyak yang tahu bahwa Tegal pernah menjadi sentra batik sezaman dengan Pekalongan. Pembatik Tegal menghasilkan tutup altar atau meja persembahyangan dengan dominasi motif yang menggambarkan simbol-simbol budaya Cina, seperti naga murka, delapan dewa, burung hong, juga burung phoenix.

Pekalongan

Selain dikenal dengan penghasil batik, Pekalongan juga sebuah kota atau wilayah perdagangan yang secara dinamis mengikuti perkembangan pasar. Ini tentu saja membawa pengaruh pada perkembangan batik. Konon, batik di Pekalongan awalnya dibuat untuk peralatan upacara dan dalam pembuatannya menggunakan lilin dari daun sebagai perintang warna. Perkembangan batik Pekalongan beragam. Pengaruh India muncul dan berkembang dalam bentuk dan motif jlamprang. Ada pula batik Pekalongan yang mendapat pengaruh dari Belanda dan Cina.

Demak-Kudus

Batik dari daerah Demak didominasi dengan warna cokelat mirip sogan dan warna indigo yang kuat dan putih krem. Sedangkan, Kudus warna latar batiknya lebih kekuning-kuningan.

Lasem

Salah satu batik pesisir pantai utara yang terkenal adalah batik Lasem yang didominasi warna merah terang. Ciri batik Lasem adalah perpaduan antara pengaruh Cina, seperti burung phoenix, kupu-kupu, burung merak dengan gaya Mataram.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement