Sumber: DB Pedia
Sumber: Indonesia Tourism
Pada 1780, Benteng Kuto Besak dibangun. Nama arsitek di balik pembangunan benteng tidak diketahui secara jelas. Akan tetapi, pelaksanaan pengawasan pembangunan benteng dipercayakan kepada seseorang keturunan Tionghoa. Uniknya, semen perekat bata pada benteng menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan serta putih telur. Masa pembangunan benteng ini pun tidak singkat, yaitu 17 tahun. Kini, setiap sorenya, banyak warga lokal yang menghabiskan waktu di Plaza Benteng Kuto Besak. Kebanyakan dari mereka tengah melihat senja atau duduk-duduk di sekitar kolam air mancur.
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.