Meski demikian, dalam mengolah songket Silungkang, Shafira juga tidak melakukannya secara asal. Jika banyak label atau desainer, memodifikasi songket, maka lain dengan Shafira. Songket Silungkang tetap dijaga keasliannya. Songketnya memang kaku, namun dalam mengaplikasikannya menggunakan teknik khusus.
"Tidak ada modifikasi songket, sama seperti yang ada di pasar. Jadi, songketnya memang kaku dan keras, tapi kita buat trik supaya tidak berat. Kita main di-cutting, lalu campur sama sutra," terang Feny.
Lebih lanjut, ada 15-20 busana yang akan dipamerkan di New York Couture Fashion Week. Meski bersentuhan dengan tradisional, koleksi Shafira tersebut tetap mengusung kekinian. Menurut Feny, hal ini sesuai dengan konsep desain Shafira yang modern.
"Shafira selalu mengaitkan modern dan fashion Indonesia. Jadi modern, tapi tetap ada unsur Indonesia," kata Feny.
Karenanya, koleksi yang ditampilkan tersebut merupakan jenis busana malam. Shafira sendiri kemudian menerjemahkannya dalam beberapa model. Mulai dari palazo, dress panjang hingga outer panjang.