Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Dongeng dalam Peragaan Busana Hian Tjen

Ainun Fika Muftiarini , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2015 |16:32 WIB
Cerita Dongeng dalam Peragaan Busana Hian Tjen
Chateau Fleur karya Hian Tjen (Foto: Deden/Okezone)
A
A
A

Berlatar belakang sebuah kastil kuno yang ditumbuhi akar-akar menjulang serta meja jamuan makan tak beraturan, peragaan busana tersebut dibagi menjadi lima sesi. Pertama, peragaan busana dibuka dengan para model yang memakai busana yang menggambarkan evil side. Busana dengan dominasi warna merah tersebut terdiri dari ballgown, gaun flowy, strapless dress hingga padu padan dengan outer. Untuk koleksi kali ini, Hian tjen juga menghadirkan banyak permainan detail, mulai dari kerah ruffle ala victorian era, lipit, payet, opnaisel, tempelan hingga swarovski yang memberi kesan glamor.

“Bajunya banyak detail, bulu dan payet, kristal dan tingkat kesulitannya sangat tinggi,” imbuhnya.

Sedangkan di sesi kedua, Hian Tjen menghadirkan busana bernuansa hitam dan terkesan misterius. Koleksi tersebut juga masih satu benang merah dengan yang ada di sesi pertama. Hian Tjen banyak menampilkan gaun dengan model off shoulder, gaun lengan lebar, sequin, terusan hingga jubah. Di sesi ini pun, detail masih banyak dimainkan. Khususnya seperti ruffle di bagian tengah ke atas.

Sementara di sesi ketiga dan keempat, koleksi yang dihadirkan menggambarkan good side. Koleksi tersebut diinterpretasikan melalui palet warna pastel, seperti baby blue, krem, keemasan, serta putih. Untuk model busana, Hian Tjen masih tetap setia dengan gaun bervolume atau ballgown, strappless dress hingga busana yang memeluk tubuh dengan hiasan berbagai macam detail, di antaranya bulu-bulu hingga fringe. Peragaan busana ditutup dengan munculnya dua model yang mengenakan busana dengan detail rumit.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement