MASYARAKAT Kota Pontianak memiliki sajian yang hanya ada saat bulan Ramadan. Nama hidangan itu adalah sotong pangkong.
Makanan dengan menu utama cumi-cumi atau biasa disebut dengan sotong ini diolah dengan cara unik di-pangkong. Ini sebabnya hidangan ini tenar dengan nama sotong pangkong.
Cumi kering sebelum diolah, di-pangkong terlebih dahulu dengan menggunakan palu atau martil. Usai menipiskan, sotong kemudian dibakar dengan menggunakan bara arang dan disajikan dengan berbagai variasi saus.
Salah satu penjual sotong pangkong di Jalan Merdeka Pontianak, Fauzi mengatakan, sotong pangkong merupakan makanan khas Pontianak yang banyak dijual hanya pada saat Ramadan.
"Di sepanjang Jalan Merdeka ini dari ujung perempatan SMP1 sampai pertigaan sungai Jawi banyak menjual sotong pangkong. Rasanya khas dan harganya juga terjangkau," ungkapnya kepada Okezone.
Menurutnya, masyarakat Pontianak sudah terbiasa menikmati sotong pangkong usai sholat tarawih dengan menggunakan dua bumbu pilihan. "Ada yang suka dengan bumbu kacang ada juga dengan kuah pedas cair tanpa kacang," jelasnya.
Untuk harga, Fauzi mematok harga disesuaikan dengan kondisi besar kecilnya sotong. "Sesuai ukuran untuk harga mulai dari Rp5 ribu sampai yang besar Rp50 ribu," jelasnya.
Penikmat sotong pangkong Mega Edwanda mengaku senang dengan rasanya yang unik dan hanya dapat dinikmati saat bulan puasa. "Saya suka selain unik karena sebelum dibakar, sotongnya di-pangkong-pangkong dulu sampai tipis. Rasanya juga enak," kata wanita berhijab ini.
Mega menambahkan, sotong pangkong ini cocok dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak kecil hingga dewasa.
"Enak dan sehat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat karena rasanya segar cocok untuk yang setelah puasa," pungkasnya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.