Sepeda mereka terlihat sangat unik. Di sini Anda tidak akan menemukan ‘gigi’, rantai, rem, pedal dan logam. Anda hanya akan menemukan sepeda yang secara keseluruhan terbuat dari kayu.
Setiap sepeda memiliki desain yang unik dan berbeda sesuai dengan keinginan pemiliknya. Ada yang menggunakan desain singa, naga, rusa, hingga burung.
Pada dasarnya ini seperti patung yang bergerak. Dikutip Metro, sepeda kayu bisa bergerak dengan kecepatan 25 mil per jam.
Karena tak bermesin, suku Ifugao mengendarai sepeda ini ketika mereka turun gunung saja. Mereka hanya bisa mengandalkan gravitasi bumi. Sementara untuk kembali ke bukit, mereka tidak bisa mengendarai sepeda ini.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.