Hal inilah yang coba diberikan Alleira, sebuah label fesyen khusus batik. Untuk lebaran kali ini, Alleira merilis 70 busana yang mengambil konsep batik tenun.
Ada dua tenun yang digunakan, yakni Bentenan dan Minahasa. Kedua tenun tersebut kemudian dimodifikasi menjadi untaian titik-titik dan membentuk motif batik yang menyerupai bentuk teknik sulam kruissteek.
"Alleira punya lini khusus untuk koleksi batik tenun. Dulu sudah ada motif tenun Toraja, sekarang tenun Sulawesi Utara. Mungkin ke depannya akan ada tenun Padang, Palembang, atau Sumatera utara," kata Anita Asmaya Sanin, Direktur Kreatif Alleira Batik kepada Okezone di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2015.
Untuk modelnya, Anita menuturkan jika koleksi kali ini sangat simpel. Siluetnya yakni fitted dan loose, yang diterjemahkan dengan model kaftan, tunik, blus, serta dress.
“Kaftan memang masih menjadi tren karena baik yang muslim dan non muslim bisa menggunakan," ujarnya.
Sedangkan dari segi warna, Alleira mengikuti tren yang ada. Kendati demikian, hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik dari Alleira.
“Tidak semua orang menyukai warna-warna cerah, seperti oranye dan terracota. Sehingga, kami menyediakan warna-warna sederhana seperti hitam putih supata elegan," tambahnya.
Lebih lanjut, koleksi lebaran ini juga menghadirkan family set. Dengan demikian, inipun bisa menjadi pilihan menarik untuk keluarga yang ingin tampil serasi saat lebaran nanti.
"Konsep antara anak-anak dan dewasa sama saja. Hanya dalam pemilihan warna untuk busana anak-anak lebih ceria dan lebih manis" tutupnya.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.